Solidaritas Ditengah Perbedaan #2

Seandainya  para pejuang proklamasi Indonesia dulu masih hidup sampai sekarang, lalu melihat keadaan Indonesia saat ini. Kamu tahu apa yang ada dipikirannya? . Dia akan sangat sedih karena dulu dia berjuang sekuat tenaga hingga merelakan jiwa dan raga untuk mempertahankan kemerdekaan,

tetapi akhirnya dia harus melihat kondisi Negara Indonesia yang saat ini porak poranda karena masalah kenegaraan yang belum juga selesai. Belum lagi permasalahan persatuan yang semakin retak karena konflik yang belum mereda. Mungkin  akhir-akhir ini masalah tentang Perselisihan yang disebabkan oleh perbedaan budaya masih jarang terjadi di Indonesia. Atau memang Perselisihan tersebut masih tenggelam sehingga jarang muncul ke permukaan. Tapi suatu  saat permasalahan yang belum usai tersebut bisa saja meledak kembali karena ada masalah yang belum terselesaikan antar sekelompok warga dan belum ditemukan titik terang masalah tersebut. Kita harus bisa menengahi setiap masalah ,apalagi yang menyangkut perbedaan budaya. Karena tugas kita sebagai Warga Indonesia wajib menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

         Adalah tugas semua elemen masyarakat Indonesia wajib menjaga toleransi di Indonesia. Karena memang Indonesia adalah beban semua masyarakatnya . Masyarakat Indonesia bisa bekerja-sama dalam menumbuhkan perdamaian di Negeri ini. Tetapi tugas seorang pemimpin saat ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut serta bekerja keras memelihara toleransi di Indonesia. Dalam pemerintahannya selama mejabat menjadi Presiden, keefektifannya dalam memelihara toleransi sungguh diragukan oleh masyarakatnya. Karena masih banyak konflik yang masih terjadi di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah, pada bulan Mei 2013 yang lalu, Presiden diberi gelar kehormatan di Amerika Serikat karena dianggap berhasil menjaga toleransi di Indonesia.

           Tetapi nyatanya tidak seperti itu, banyak pihak yang menganggap gelar itu tidak pantas diberi gelar bergengsi tersebut. Apalagi dalam pemerintahannya SBY selalu mementingkan masalah kenegaraan, seperti masalah ekonomi, masalah pembangunan infrastruktur negara, maslah kemiskinan dan lain lain. Tetapi masalah toleransi selalu mendapat jatah perhatian yang kurang dari Presiden. Para pemimpin negara  seharusnya lebih memprioritaskan masalah kemasyarakatan daripada masalah kenegaraan. Karena pemimpin negara dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memelihara toleransi.

          Banyak Warga yang memprotes SBY menerima penghargaan tersebut. Contoh alasan mereka dalam memprotes SBY ialah, seperti kisruh yang terjadi  di Sampang, Madura yang membuat banyak korban berjatuhan. Daerah itu memang saat ini rawan akan konflik. Maka dengan itu Presiden harus berani turun tangan menengahi masalah tersebut. Setelah  permasalahan itu berlarut-larut, akhirnya masalah tersebut dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak. Tetapi pihak pengungsi harus menandatangani surat perjanjian damai. Dan para masyarakat yang mendengar kabar tersebut sangat bahagia. Karena konflik di Sampang telah berakhir.

            Dari semua konflik yang terjadi di Indonesia, kita bisa mengambil kesimpulannya yang positif. Kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain disekitar kita. Aku butuh dia dan dia membutuhkanku. Sebuah suku bangsa tidak bisa hidup tanpa suku bangsa lain. Tapi setiap suku bangsa dianugerahi oleh Tuhan perbedaan kebudayaan. Semoga  dengan adanya perbedaan tersebut kita bisa lebih menghargai perbedaan diantara kita. Sesungguhnya perbedaan jika dinikmati, sangat besar efeknya dalam kehidupan manusia. Karena Tuhan selalu menciptakan  sesuatu yang baik dan akan selalu baik sampai selama-lamanya.

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s