Karena Jatuh cinta…

da

Karena lagi jatuh cinta, segalanya bisa jadi lupa. Jadi tiap hari fokusnya ke cinta cintaan mulu. Gara Gara jatuh cinta, kita bisa lupa makan, lupa boker, lupa bernafas, dan parahnya kita gak bisa bedai mana celana dalam kita dengan celana dalam tetangga.


Hal ini gue alami ketika hari senin. Gue terpaksa izin dari sekolah buat pergi kerumah sakit dan periksa ke dokter tentang penyakit gue. Karena udah hampir 2 minggu gue diejek ejek disekolah karena disangka pasang tatto warna biru dileher. Padahal gue cuma olesin blue pakaian dengan asam keleher gue. Karena gak sanggup menahan nahan, gue akhirnya periksa ke dokter.
Dari rumah gue udah bawa jam tangan dilengan kiri supaya bisa tau waktu. Tibalah aku dirumah sakit. Trus gue ambil nomor antrian ke loket. Seketika bulu hidung gue merinding melihat nomor antrian yang gue dapat. 275 . Sementara gue lihat di LCD RS itu masih menunjukkan nomor 50. Terpaksalah gue menunggu sambil digigit nyamuk diruang tunggu. Gue heran, ruangan ber- AC gini masih ada nyamuk. Jangan jangan nyamuknya pake jaket dan udah minum Anget Sari rasa Jahe. Entahlah
Setengah Jam berlalu, aku tiba tiba terbangun. Aku lihat di LCD sudah menunjukkan angka 270. Gue siap siap karena sebentar lagi pasti gue dipanggil. Sebelum angka 274 dipanggil, gue udah maju duluan. Trus gue serahin berkas rujukan gue ke operator BPJS nya. Gue pun disuruh menunggu beberapa saat. Lalu gue mendengar suara yang menurut gue paling ngejatuhin harga diri gue sebagai pasien.
“Yang bernama Pak Piter mana orangnya” demikian bunyinya.
Gue merutuk dalam hati, gue masih muda woii !!
“Umur kamu 15 ya dek ?” tanya operator BPJS.
“iyabuu, saya mau ke Lab. Pathology Anatomi”
Setelah berkas pendaftaran gue diurus, gue meluncur kegedung buat naik ke lantai 5. Gue nyari ruangan bernama “Lab. Pathology Anatomi” supaya ngambil hasil pemeriksaan gue 2 hari yang lalu. Setelah gue dapetin hasilnya , gue balik lagi ke lantai 1 buat nyari ruangan “Poli Penyakit Dalam Pria”.
Gue serahkan lagi berkas rujukan gue biar dapat nomor antrian. Syukurlah kali ini gue dapat nomor 4. Gue pun memutuskan untuk duduk sebentar, lalu gue menemukan bangku yang kosong disebelah kakek itu. Gue pun ngambil ancang ancang buat duduk disana. Belum lagi sempat gue mendaratkan belahan pantat gue buat duduk dikursi, kalimat menyesekkan itu terulang lagi.
        “Pak Piter, nomor urut 4. Pak Piter, nomor urut 4.”
Gue segera bangkit, dalam hati gue emosian banget, tapi kucoba menahan.
“Umurmu 15 kan dek?” tanyanya (lagi) padaku.
Gue dibimbing masuk oleh dokter keruangannya.

Bagai melihat putri khayangan dari turun dari surga, Begitulah reaksi gue pas melihat dokter wanita itu duduk dimeja periksa. Sepertinya mereka adalah para dokter muda. Aku berharap dialah nanti yang meriksa gue. Sumpah !! Cantikk banget ! :*
“silahkan duduk bang” begitu kata dokter muda itu. Setelah kulihat bet namanya, ternyata dokter muda ini bernama “Suci Haritama”
“Sebentar ya, saya periksa dulu berkas kamu”
“Iyaa, dokter”
Gue gakboleh begini, gue gakboleh jatuh cinta sama dokter sendiri. Gue bukan raffi ahmad yang suka sama yang Tua Tuaan.
“Piter, boleh saya lihat berkas hasil pemeriksaan labnya?”
“Ini dokter. Silahkan”
“Hm.. apaa ada keluhan lain kecuali ini. Misalnya mual mual, sakit pas muterin leher, atau dll ?”
“Gak ada dokter. Normal normal ajakok”
“Oiyaa, Tensinya di test dulu ya”
“Iya, dokter”
Gue segera menaikkan lengan baju gue keatas. Padahal dokter tidak menyuruh, gue melepas jam tangan gue lalu meletakkannya asal di meja dokter. Lalu dokter pun mulai memompakan alat tensinya dilenganku. Ternyata hasilnya 100/60. Lalu gue disuruh menunggu hasilnya diluar ruangan.
Sumpah ! gue gak tau atau gak mau tau saat itu tentang jam tangan yang lupa gue ambil dimeja itu. Yang gue pikirkan, bagaimana pulang dari RS ini, gue pergi kewarnet buat nyari dokter muda “Suci Haritama: di facebook dan Twitter. Untung aja jam tangan gue dikembalikan hari ke-3 saat berobat ulang ke RS yang sama, waktu yang sama, dan Dokter yang sama !

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s