Peran Botchaa dalam mylovestory

Ada ada saja tingkah laku temanku yang satu ini. Sebut saja namanya si Anu. Entah karena kebanyakan nonton spongebob atau menghisap jempol yang membuat sifat orang ini sungguh ke kanak kanakan. Kalau bahasa gaulnya sih, MKS atau Botchaa.
Bayangin aja, “burungnya” aja udah berbulu, tapi masih suka ngelakuin hal hal yang dianggap botchaa. Gimana gue  gakmalu ketika buku harian hasil tulisan gue dirampas, terus dibacain ke seluruh penghuni dan penunggu kelas. Trus dia duduk disamping bangku cewek yang lagi gue taksir, tapi gak berani gue deketin. Takut disorakin. Gue cuma bisa diam pas si Anu membacakan buku harian gue. Dalam hati gue “Lanjutin teruss, jangan brenti bacanya !”

Sebelum melanjut, gue jelaskan dulu 3 Hal pada para pembaca. Pertama, gue punya mantan PDKTan dulu pas SMP dan berlanjut ke SMA . Tapi sayangnya hubungan ini kandas diwaktu SMA. Kami pun berbeda sekolah sekarang. Sebut saja namanya Nalia. Jujur, gue sungguh paling gakbisa lupain nih cewek karena akudandia punya beberapa kenangan manis (dulu). Jadi gue nuliskan segala kegalauan gue dibuku harianku. Dan paling gaksuka kalau buku harian gue diumbar umbar ke rakyat luas. Lanjut ! Kedua, gue punya cewek yang gue taksir dikelas. Sebut saja namanya Sanur. Gue suka sama cewek ini karena Lihat saja Bung ! tipikal permainannya sangat bagus karena kendali lini tengah dipegang oleh Xavi Hernandez dan Andres Iniesta yang sudah sangat berpengalaman. Parahnya gue bukan lagi bawain acara bola, gue lagi nulis. Serius !. Gue suka cewek ini karena sifatnya memang mirip dengan Nala. Baik V | Pintar juga V | dan sama sama penggemar fanatik KPOP, khusunya JuniorSuper V.
Dan Ketiga, seluruh penunggu kelas gue udah tau kedua hal tersebut. Mereka tahu kalau gue punya mantan PDKTan bernama Nalia (nama disamarkan), dan mereka juga (sangat) tahu kalau aku lagi suka sama cewek sekelas bernama Sanur (nama disamarkan). Mungkin mereka sekarang mencapku sebagai cowok jagung berondongan. Dan gue dituntut untuk milih salah satu diantara mereka. Tapi akhir akhir ini Nalia mulai menunjukkan tanda tanda bahwa ia tak nyaman lagi denganku. Sebaliknya, Sanur malah makin akrab dengan Gue. Kembali ke laptop !
Setelah si Anu berhasil merebut buku harianku, ia malah memberikannya pada teman sebangkunya sanur. Sebut saja namanya Ria. Lalu Ria mulai membaca, menggerakkan kedua bola matanya dan mulutnya untuk membaca.

Setiap hari dengan sisa energi ditangan ini, aku menuliskan setiap coretan yang mewakili kegundahan dan segala kegalauan hati ini. Memikirkan setiap butiran cinta yang pernah kamu berikan padaku hingga mampu buatku tersenyum setiap hari. Berusaha untuk mencerna arti sesungguhnya dari senyum manis yang pernah kamu ukir dipikiranku. Buku ini akan menjadi saksi bisu setiap tinta yang kutuang, semua tentangmu. Dirimu, hatimu, Pikiranmu, Perasaanmu. Aku merasa sangat berat jika harus melupakanmu. Tolong, berikan aku cara untuk menjauh darimu tanpa sedikitpun melukai perasaan kita berdua.”

Sebenernya gue sedikit senang juga karena sekarang para penunggu kelas semakin tahu kalau gue lagi PDKTan berat sama dia. Dan banyak temen temen gue yang ngdedukung kami buat makin dekat. Gue orangnya gak munafik, karena gue fikir untuk apa gunanya pura-pura jual mahal buat mendekatin seseorang yang ditaksir. Semua tinggal menunggu kapan tiba waktunya.

Contohnya, ketika semua penghuni kelas bergender laki laki kecuali gue lagi main bola didalam kelas. Ada juga si Sanur lagi duduk dibangku depan sambil mendengarkan lagu dihpnya. Lalu entah karena sengaja mereka menendang bola ke arah kepala Sanur dan JLEBBBB… Dia memegangi kepalanya karena kesakitan. Dan mereka mulai mengalihkan pandangannya ke gue, seakan akan menunggu reaksi gue ketika cewek yang gue PDKTin sedang diganggu. Seketika kelas pun menjadi Hening dan mereka menghentikan keonarannya. Gue diam aja, Soalnya gue gak mau ngambil resiko akibat melakukan tindakan bodoh yang akan mengundang sorakan dari seantero penghuni kelas.

Seperti kemarin kemarin, pas pagi hari. Gue melihat dengan mata hidung lubang kaki gue sendiri kalau rambut cewek yang gue suka lagi ditarik tarik sama si Ria. Mungkin mereka sedang bercanda, tapi menurutku itu menyakitkan untuk gue lihat. Sontak gue langsung berlari dan menepis tangan Ria agar melepaskan rambut Sanur. “Lepaskan ! Kasian dia woii ” kataku dengan ekspresi heroik.
Dan hal yang paling gua gak suka pun tiba, Disorakin oleh penghuni kelas. “Cieee, piter perhaatiaan” “Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, perhatian diaa” Entah mereka itu cemburu. Mungkin. Gue tahan kok disorakin “Cieee” asalkan karena punya niat baik buat makin dekat dengan dia.

Dan gue berharap, semenjak Sanur hadir dalam kehidupanku, aku bisa sejenak melupakan pahitnya kenangan bersama mantan PDKTan dan semakin bisa merasakan indahnya hidup. Dear Mantan, semakin kamu menjauh, semakin bisa aku lebih menjauh lagi. Dear Sanur, semakin kamu seakan akan ingin menjauh, aku akan terus mendekat.

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s