Ketika Hati sudah berbicara

Setiap hari dengan sisa energi ditangan ini, aku menuliskan setiap coretan yang mewakili kegundahan dan segala kegundahan hati ini. Memikirkan setiap butiran cinta yang pernah kamu berikan padaku hingga mampu buatku tersenyum setiap hari. Berusaha mencerna arti sesungguhnya dari senyum manis yang pernah kamu ukir dipikiranku. Buku ini menjadi saksi bisu setiap tinta yang kutuang, semua tentang kamu. Hatimu, pikiranmu, perasaanmu. Aku merasa sangat berat jika harus melupakan semua itu.
Tolong beritahu aku cara untuk menjauh darimu tanpa sedikitpun melukai perasaan kita berdua.

Masih ingatkah kamu, ketika memanggilku dengan  sebutan dear. Kamulah orang pertama dalam hidupku yang pernah memanggilku dengan sebutan itu. Beneran, mamaku saja tak pernah memanggilku langsung dengan dear. Kamu pasti tahu arti dear bukan ? Yang Tersayang. Padahal aku merasa belum memberi sesuatu yang berarti padamu. Aku takmampu membuatmu tersenyum, aku hanya bisa mengukir kekecewaan dalam hidpmu. Hingga kamu menganggap aku hanya pemberi harapan palsu.

Kamu pernah menjelaskan apa itu Cinta. Saat itu aku benar benar percaya padamu, Tapi sekarang aku sadar sekarang selama ini cinta yang kamu maksud hanyalah BULLSHIT. Cinta itu tidak dapat didefinisikan. Cinta tak dapat diartikan oleh fikiran manusia, dan Cinta hanya dapat dirasakan. Aku tak mengerti perasaan yang kamu beri, karena itu hanyalah harapan palsu belaka. Aku terjebak ! Aku terjebak dalam permainanmu. Dan butuh waktu lama untuk menyadari bahwa kamu hanyalah lembaran kosong dalam hidupku.

Aku merasa jika aku adalah pria paling tolol didunia ini. Seseorang yang mampu menghabiskan waktunya untuk mencari sesuatu yang abstrak. Mencari sesuatu yang tak berguna. Lebih susah mempertahankan orang yang tak ingin dipertahankan.

Aku bertanya, apa jawabanmu ?

Kamu mengatakan aku tidak mempunyai komitmen. Entah apa yang merasuk fikiranmu sehingga kamui mengatakan sesuatu yang aku tak tahu maksudnya apa ? Komitmen ? Komitmen yang bagaimana sih ? Jika kamu maksud komitmen ialah tujuan, maka aku punya tujuan. Tujuanku ialah berusaha untuk memilikimu. Beneran

Hanya waktu yang dapat membawa fikiran ini untuk menjelajahi kembali momen tentangmu. Jika aku bisa berharap momen ini bisa terulang lagi, maka aku harus kembali mencermati kata kata bahwa waktu takbisa diputar. Kesempatan bisa saja datang dua kali, tetapi kesempatan emas hanya datang 1 kali.

Selama aku menulis coretan ini, buku ini akan selalu kering. Karena aku takkan membiarkan air mataku jatuh setetespun hanya karena memikirkanmu. Air mata ini takkan pantas untukmu !. Aku hanya menangis untuk seseorang yang benar benar memberiku harapan sejati , Cinta sejati.

Hanya untuk Tuhan, dan kedua orangtuaku.

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s