Sedikit ulasan tentang KEPO

01:30 Gue tiba tiba terbangun. Mungkin gue lagi bermimpi. Dalam mimpi gue, rekening bank gue diisi uang jutaan poundsterling karena novel hasil karya gue laris manis dieropa. Padahal, didunia nyata gue gakpunya rekening bank. Mau tau kenapa ? Simak pertanyaan ini !

 

“Kenapa pelajar SMA tidak boleh memiliki rekening bank?”“Emangnya kenapa?”
“Karena mereka belum terima rapor”

Haha, Lucu ya. Ketawa ajadeh, Hargain orang lagi ngelawak.

Lalu gue bertanya tanya. Mengapa bisa gue bermimpi ? mengapa celana gue basah ? Lha, celana gue bisa basah padahal gak ada tumpahan air ditempat tidur. untuk apa ada tumpahan air ditempat tidur ? Mengapa gue jadi KEPO gini ? #Hening

Tadi itu cuma akting. Di dunia maya gue engga pernah (lagi) mimpi kencing celana. Gue juga gak KEPO didunia nyata. Nyatanya, didunia nyata gue ini stalker. Gue gakberani tanya langsung pada dia apakah dia suka sama gue. Gue lebih suka stalkerin timelinenya daripada jadi cowok yang KEPO. Gak keren abis !

KEPO ini biasa terjadi pada anak anak yang sedang mengalami pertumbuhan otak. Suka berexplorasi dan pengen mengetahui sesuatu agar dia tahu tentang sesuatu padahal dia tahu hal itu tak perlu diketahui. Ngerti ?  Tapi sekarang penyakit KEPO malah nular ke remaja. Para ABG kepingin banyak tahu soal cinta, keuangan, detail gebetannya dan hal lain yang gak mutu. Biasanya KEPO pada remaja ditandai dengan  pertanyaan ini

– ehh, udah berapa hari kalian pacaran ? Tanggal berapa jadiannya ? Lu nembak dia gimana ? nomor sandalnya berapa sih ? Dalam seminggu berapa kali dia boker ?

Kepo Tanda perhatian. Ada betulnya juga. Kadang sifat KEPO dibutuhkan dalam berbagai situasi. Menanyakan hal yang detail dan memang layak untuk dipertanyakan.

Contohnya:

Seorang wanita sedang memesan baju pada penjahit.
“Mbak, lingkar dadanya berapa”
“Lingkar pinggangnya berapa?”
“Sukanya baju terbuat dari bahan apa?”“Kalau makai baju ini suka keringetan ya?”
Sebenernya masih banyak lagi pertanyaan gak mutu yang gak pantas buat diposting disini.

KEPO versi anak anak pun tak kalah menarik. Mereka (anak bayi) penasaran dengan iPod ditangan mereka yang bersuara padahal sedang diputar musik. Dia pun menggoyangkan iPod itu sambil berkata “Haaooo ( mau bilang Halo) ada olaaang didalam ? Haooo” kadang air liurnya menetes di iPod itu.  Dia pun mengadu ke mamanya “Mamah, tengok botol susuku. Bisa bunyi. Mamah” sambil memasukkan iPod kemulutnya.

KEPO pada anak anak tanda otaknya bekerja untuk mengetahui hal hal baru. Banyak orang tua mengharapkan anaknya kelak pintar. Tapi terkadang memarahi anak itu jika karena KEPOnya barang barang dirumah menjadi berantakan. Padahal jika diberikan sedikit nasihat dan suntikan ilmu pengetahuan, ilmu KEPO ini sangat bermanfaat untuk makin banyak mengetahui. Cobalah sekali membawa bayi atau anak anak keluar rumah dan berjalan jalan keliling dan biarkan dia bertanya tanya selama perjalanan.

“Mamah, pohonnya kok tinggi kali. Pohonnya naik tangga ya ?”
“Mamah, ada pesawat. DADAHH PESAWAT. MINTA UANG DONG”
“Mamah, kepo itu apa yah ? #hening

Maka Tirulah KEPO versi anak anak yang ingin tahu hal yang penting dan bermanfaat. karena menjadi cewek/cowok KEPO engga enak loh. Teman banyak yang menjauh karena sifat KEPO. Cuma ini yang bisa gue tulis. Terima kasih telah membaca !

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s