Catatan Kelam Sore Hari

 

Flowers-Nature-lSemua masih utuh disini saat kamu pergi.

Teringat disore hari, aku masih melintasi jalanan seraya berpijak pada Bumi. Kaki ini membawaku pada suatu tempat, tapi tidak untuk kembali padamu. Angin yang menuntun aku pergi, lalu membawa seberkas perasaan yang masih kugenggam ditanganku, Terbang melayang bersama debu halus berlukiskan kisah pedih dibasuh derasnya air hujan. Aku menatap Bulan dilangit sore, seakan akan bulan itu berbisik “Pergilah dari hidupnya, kau takkan menyesalinya’

“Bagaimana mungkin aku bisa pergi darinya! Dia sudah menjadi bagian hidupku. Tanpa kusadari, dia memberikan banyak perubahan dalam diriku. Dan sekarang aku harus melupakannya ?”

“Apa yang dia lakukan padamu? Memberimu alasan saat kau ingin bertemu dengannya ? Dia menganggapmu bayangan !”

“Kau tidak mengerti, Bulan !, Aku masih mencintainya !”

“Jika kau masih mencintainya, mengapa kau biarkan perasaanmu terbang dibawa angin lalu pergi bersama debu dan kedinginan dibasuh derasnya air hujan? Kalau kau benar benar mencintainya, Kejarlah !”

“Aku sangat mencintainya Bulan ! sama seperti rasa cintamu pada matahari. Kalian saling melengkapi walau kalian tidak pernah bertemu”

“Tapi dengarkan aku, tidak ada orang yang ingin jauh pada lubang yang sama. Lebih baik kau berfikir dua kali untuk mendapatkan hatinya lagi. Karena semuanya harus terjadi. Cepat atau lambat, kau akan disakiti lagi olehnya. Aku bisa membaca pikirannya sekarang. Aku yakin saat kau mendengarkanku, bisa membuka fikiranmu.

Apa maksudmu, Bulan ? Aku tidak mengerti.

Disuatu malam dia menemuiku. Dia menceritakan isi hatinya padaku dan kurasa aku masih mengingatnya.

Tuhan menciptakan bunga mawar dengan segala keindahannya. Membuat banyak bunga lain iri terhadap dirinyaa. Awalnya orang tertarik untuk memetiknya. Hingga saat hendak mengambilnya orang tersebut terluka dan memaki bunga tersebut. Bunga itu ibarat diriku. Aku memang tidak seindah bunga mawar hanya saja aku bersedih. Kenapa begitu banyak orang yang tersakiti olehku? Kenapa orang orang yg awalnya begitu menyayangiku pergi jauh mencampakkanku? Jangan menyalahkanku. Inilah takdirku!

Tumbuh hanya untuk menyakiti orang yg sayang padaku. Hingga suatu hari mawar tersebut tidak diperdulikan lagi,berharap mati dimakan usia. sama seperti kisahku yang pahit. Bersabar! Hingga suatu saat akan ada orang yang mau menjagaku dan menyayangiku kembali. Dan pada saat itu juga duriku akan patah♥

“Benarkah dia berkata seperti itu ?”a yang
“Ya , betul. Aku yakin dia tidak berbohong. Semua sudah nampak jelas. Apa kau masih berpegang teguh pada pendirianmu?”

“Aku masih mencintainya dan sampai kapanpun akan begitu.
Tapi aku tidak mungkin rela melihatnya terluka lagi karenaku. Sebaliknya, dia juga tidak ingin aku tersakiti karena aku pernah menyayanginya. Aku akan menjauh darinya, bukan berarti aku mencampakkanya. dan tidak ada yang bisa mematahkan durinya kecuali dirinya sendiri !

“Kau membuat pilihan yang tepat sekarang. Sudahkan kau dapatkan tujuanmu ?”
“Dia gadis yang baik dan takkan kubiarkan seorangpun melukai dirinya. Aku akan menjaganya walau hanya lewat kalimat doa disetiap malam dan setiap mimpiku”

“Life must go on ! Sekarang, bangunlah !”

Tadi itu kesekian kalinya kamu ada dalam mimpiku. Memang sudah emnjadi hal yang biasa. Aku masih mengingat semua yang masih kumimpikan. Tetapi bayangan itu menghilang oleh dinginnya angin malam. Sekarang aku bertanya, pernahkan aku ada dalam mimpimu? Atau pertanyaan yang lebih sederhana.

“Pernahkah kamu memikirkanku?”

Hahaha, untuk apa memikirkan seseorang yang belum tentu sedang memikirkan aku sekarang?

Bulan masih bersinar diluar sana. Meskipun Bulan sendirian, dia tidak pernah merasa sedih atau sendirian. Satu alasan yang membuat Bulan tetap bersinar, seberkas cahaya matahari. Cinta ibaratkan cahaya matahari. Disaat kita tidak punya apa apa lagi, cinta berikan cahaya kekuatan.

“Matahari, cintamu (cahaya) darimu buatku bertahan”

Keyakinanmu buatku bertahan. Mungkin tulisan ini sederhana dan berbelit belit. Tapi inilah yang bisa kutuangkan ditulisan ini.

Aku (masih) mencintaimu bukan berarti aku berharap dapat kembali padamu. Aku akan setia menunggu seseorang yang mau menjagamu, menyayangimu dengan setulus hati dan mampu mematahkan duri kepedihanmu.

Disaat kamu merasakanku berada didekatmu, itu bukanlah aku. Karena aku hanya bayangan masa lalumu yang tak pantas buat diharapkan kembali.

Aku masih menulis. Dan ketika kamu membaca kalimat ini, aku berhenti menulis.

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s