Bukan Kisah Biasa

Nafas ini terasa mengalir lagi disaat kamu tersenyum.

Suara suara rintik hujan membasahi bumi. mengalir bebas dibawah kakiku yang kedinginan. Tiba tiba saja menghentikan sementara aliran darah sehingga membuat otakku seakan membeku. Mata terpejam rapat dan airmata menyatu dengan tetesan air hujan. Tak ada kehangatan lagi disekitar sini. Aku duduk dipinggir jalanan sendirian tiada menemani. Kulihat orang orang yang berjalan disekelilingku. Mereka beratapkan payung tanpa kehujanan. Mereka berpegangan tangan saling menghangatkan.

Mereka berbagi kehangatan.


 

The best thing about tonight’s that we’re not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don’t think that I am trying
I know you’re wearing thin down to the core
Aku tidak tahu sejak kapan ponselku berdering. Kulihat layar ponselku tertulis nama EX (mantan) . Kutekan tombol hijau , lalu terdengarlah suara dari seberang sana.

“Hey, kamu lagi dimana ? Maafkan aku karena kejadian tadi siang. Ini semua salah paham. Seharusnya kamu bisa mengerti, aku bisa jelasin semuanya”

“Tak ada lagi yang perlu kamu jelaskan. Sudah cukuplah kejadian tadi. Aku benci padamu!”

“Tunggu. Aku akan jelaskan semuanya. Aku tidak bermaksud membohongimu. memang tadi siang aku tidak punya waktu untuk bertemu denganmu karena ada kegiatan disekolah. Lagipula aku kan sudah memberitahumu kalau aku tidak bisa. Dan cowok yang kamu lihat bersamaku tadi siang, Dia hanya temanku. Kamu  cemburu buta !. ”

“Hmm.. aku bukan cemburu. Aku hanya engga sanggup melihatmu bersama oranglain.”

“Seharusnya kamu tidak pantas cemburu, karena kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi. Kamu sudah menjadi Mantan dalam hidupku”

“Aku tahu aku bukan siapa iapa siapa. Tapi, bisakah kamu mengerti perasaanku saat kulihat wanita yang dulu pernah kucinta lebih memilih bersama orang lain daripada bertemu sejenak denganku?”

“Bukan itu maksudku. Tolong jangan perparah masalah ini”

“Bisakah kamu hargai perasaanku?”

Belum sempat dia menjawab, aku sudah mematikan ponselku. Aku mencabut kartunya lalu mematahkannya. Aku harus terbiasa menghadapi masalah ini. Karena ini adalah tahap tersulit dalam moveon. Aku harus berusaha menahan amarah. Saat ini, yang perlu kulakukan adalah berisitirahat dirumah.

Hujan memang sudah berhenti, Matahari mulai keluar dari awan persembunyiannya. Muncul pelangi diangkasa pertanda langit mulai bersahabat. Aku melangkah pergi menyusuri jalanan raya. Berharap dia tak akan mencariku ke sini karena aku sudah tiada lagi.

#Flashback

Aku mengetik pesan dilayar ponselku. Memang kecepatan mengetikku sudah meningkat tanpa kusadari. Lalu kukirim pesan itu kenomornya. Sambil menunggu balasan darinya, berharap dia bisa meluangkan waktunya untuk menemuiku sepulang sekolah ini.

“Sepulang sekolah kita ketemuan yuk ditempat biasa. Semoga kamu bisa. Aku tunggu ya”
“Hm, liat nantilahyaa. Sempat atau engga. Nanti ada kegiatan disekolah”
“Baiklah. Kalau kamu sempat, datang yaa”
“OK”

13:55

Sudah 10 menit yang lalu bel lonceng sekolahnya berdering dan para siswa berhamburan keluar sekolah. tetapi aku masih juga belum melihatnya. Aku berusaha menghubunginya, tetapi yang menjawab malah orangtuanya.

“Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk atau berada diluar jangkauan. Silahkan coba lagi atau tinggalkan pesan”

Kuputuskan untuk ketempat kami akan bertemu. Mungkin saja dia sudah menyusulku disana. Saat tiba dipersimpangan, seseorang yang begitu kukenal sedang berdiri bersama seorang cowok. Aku berusaha menebak itu bukan dia, tapi…

“Liaa, kaukah itu ?”

to be continued…


 

Pikiranku dikuasai nafsu cemburu. Awalnya aku hanya mengira ini salah paham, tetapi apa yang kulihat barusan malah membantah fikiranku. Dia sudah temukan penggantiku
Tapi, secepat itukah ?

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s