I’m Still Loving You

Converse-Hearts-Love-Shoes-l

Aku bertemu lagi dengannya sore ini. Kalimat itulah yang baru saja kutulis diblog ini. Otakku mengalami kebuntuan, tiada lagi yang kuingat tentangmu. Bertemu denganmu tidak seburuk yang kupikirkan. Mantan itu dilupakan, dihiraukan dan pantas untuk dibuang. Hati kecilku berkata lain. Bertemu denganmu adalah suatu kerinduan bagiku. Tuntas sudah penantian selama ini. Berjam jam aku menatap layar komputer, mengamati timelinenya yang tak kunjung update. Aku stalker !

Semua berawal ketika aku sedang bersepeda menyusuri jalan Air Bersih dikota Medan. Tiba tiba, diujung sana muncul seseorang yang begitu familiar diingatanku. Awalnya aku berharap itu bukan dia. tetapi ketika aku memperkuat resolusi mataku hingga 360 MP, aku mulai mengenalinya. Tahi lalat yang menempel dipipinya sangat kukenal, karena hanya dialah orang dimemori otakku yang mempunya tahi lalat seperti itu. Apalagi kacamata yang dikenakannya memperjelas semuanya. Tak salah lagi

Aku berusaha menatap wajahnya, berusaha mencari sisa harapan dipelupuk matanya. Entah mengapa, aku merasa dia sudah berubah. Ketika seorang wanita berganti status menjadi mantan, akan terlihat lebih sempurna dibanding saat menjadi PDKTan.

Mungkin saat ini aku agak berlebihan menceritakan pertemuan ini, karena tidak lebih dari pertemuan sahabat yang biasa terjadi. bersikap tenang ialah satusatunya caraku untuk sekedar berbicara padanya tanpa terlihat salah tingkah. Apa yang kami bicarakan juga bukan hal yang penting. Bukan menegenai perasaan, cinta, harapan palsu, atau sejenisnya. Kami adalah teman, sampai kapanpun.

Yang kupikirkan saat ini, sebuah pertanyaan yang belum ada jawabannya hingga sekarang.

Clothes-Lines-lMengapa disaat aku ingin melupakannya, kami seakan mudah untuk dipertemukan? Waktu kembali ingin mengulang kisah cinta yang dulu, kisah kami yang pahit. Aku ingin melupakannya sekarang, tapi mengapa dia selalu ada dalam setiap mimpiku ?

Aku ingin minta maaf padamu. Minta maaf sekali, walau kamu merasa jika aku tidak pernah menyakitimu. Selama kita berpisah, aku menganggapmu sebagai sosok yang paling tidak kuinginkan dalam hidupku. Aku membencimu ! Kamu ingat ? Saat aku mengunfriend pertemanan kita, unfollow twittermu dan delete kontak BBMmu. Maaf aku mengatakan ini, aku ingin mencamppakkanmu !. Semua status itu, tweet itu, makian itu.. Ahsudahlah. Aku ingin pergi jauh dari sini, membawa semua penyesalan ini.

Tuhan sudah merencanakan semua ini. Pertemuan tadi seakan membuka mataku. Aku egois, maafkan aku. Aku merusak kepercayaanmu, aku hancurkan pertemanan kita, dan parahnya aku hampir menganggapmu musuh !

Dengarkan aku, Lia ! Aku merasa adalah aku manusia paling bodoh jika aku mengatakan aku bisa melupakanmu. Kuharap kamu mengerti. Kamu terlalu berarti. Sehari saja tanpa memikirkanmu, aku selalu merasa ada yang kurang dan lepas dari hidupku. Bodoh jika aku bisa moveon !

I’m still loving you,

Kan kusimpan cinta ini hingga akhir, Bagai kertas tak bertuliskan, menyimpan perasaan tak tersampaikan.

 

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s