Heavy Activity. Kesibukan anak muda jaman sekarang, termasuk gue.

Jumpa lagi dengan gue yang tiba tiba ngilang entah kemana. Nyaris saja bulan Oktober ini gue engga menerbitkan satupun postingan diblog. Biasanya perbulan gue akan post sekitar 3-4 tulisan. Namun karena banyaknya kesibukan di “real life”, makanya ngeblog hanya jadi sampingan diwaktu luang, tak lagi menjadi prioritas.

Ngomongin kesibukan, setiap anak muda yang masih berstatus pelajar, engga bakalan jauh jauh deh dari yang namanya masalah. Banyak masalah yang menghimpit pikiran anak muda jaman sekarang, mulai dari tugas tugas sekolah yang menumpuk,deadline skripsi, masalah percintaan yang belum kelar untuk diungkapkan alias masih dipendam pendam, dan sekelebat masalah yang memenuhi rongga kepala seakan akan kepala ini mau pecah rasanya.

Demikian juga dengan gue, yang masih berstatus pelajar. Kesibukan utama gue ialah Belajar. Kalau di sekolah belajar bareng guru yang imut imut dan teman teman yang gaulnya setengah mampus. Dirumah juga belajar kok, kadang pas lagi rajin aja, atau kebetulan engga ada siaran pertandingan bola. Gue selalu berusaha untuk belajar dengan perasaan ikhlas seikhlas-ikhlasnya , walau sering ditemani dengan setitik nyala api dari lampu teplok, dan dihiasi dengan sedikit umpatan dari mulut untuk PLN tercinta.

Diangkot juga belajar, kadang pas tugas lagi mepet dikumpul hari itu juga, maka gue akan berusaha duduk disamping supir, dan mulai mengerjakan pr. Doain aja angkotnya tiba tiba mogok, biar waktu ngerjainnya bisa lebih lama. Dasar anak rajin.

Salah satu masalah yang cukup menyita pikiran, yaitu masalah percintaan anak remaja. Cinta monyet yang kegemarannya makan pisang tetangga, pindah pindah kelain hati layaknya siamang yang lagi cari habitat baru karena hutan habis ditebangi. Bukan anak muda namanya kalau dia belum mengenal yang namanya cinta.


vlcsnap-2014-10-29-16h40m52s92

Raditya Dika mengatakan kalau cinta tidak butuh alasan. Namun itu tak berlaku untuk pelajar SMA. Cinta dan Pacaran itu erat kaitannya. Dengan pacaran, kedua insan remaja yang masih ABG bisa belajar sama sama, sehingga pinternya juga sama sama. Semangat dong kalau belajar tiap hari sama orang yang kita suka. Namun sangat tidak dianjurkan pacaran bagi remaja bila salah satunya bloon. Bukannya belajar bareng, malah ngelakuin yang engga engga. Kena batunya bareng, bodohnya juga barengan.

Gue lagi sibuk nyari calon gebetan baru, yang bisa nutupin kekurangan gue dalam bidang mata pelajaran tertentu. Yang biasanya cowok itu suka banget pelajaran ngitung ngitung, seperti matematika, fisika dan kimia. Bayangin aja kalau ada cowok pinter, begitu lihat soal matematika, nafsu ke”matematika”nya terus naik ibarat seekor anjing yang melihat sebuah tulang.

Tentunya cari gebetan baru engga terlalu mengganggu aktifitas belajar gue, malah gue harap dengan adanya gebetan baru, gue makin semangat belajar, karena kalau gue dapat ranking, kan doi juga ikutan seneng. Pintarnya bareng, senangnya bareng juga.


vlcsnap-2014-10-29-16h38m01s188

Sayangnya tidak ada orang yang sempurna didunia ini. Semua diciptakan Tuhan memiliki kelebihan dan kekurangan. Alangkah indahnya jika kelebihan diciptakan untuk menutupi kekurangan agar terciptalah kesempurnaan. Maka, gue engga bisa menuntut kalau suatu hari, gue bakalan punya pacar yang ganteng cantik, pintar, baik, tidak sombong dan rajin menabung. Gue harus bisa perbaiki diri dahulu dan mencari sesosok gebetan yang sesuai dengan derajat dan mampu menutupi kekurangan gue. Semoga kamu yang lagi baca post ini bisa meniru prinsip pacaran versi gue. Inget ! Belajar bareng, pinter bareng, dan senangnya juga barengan.

Kesibukan yang gue jalani saat ini ialah, rencana gue untuk menulis buku yang gue beri judul TAMVAN. Nah, disini letak sifat “sok hebat” gue. Masih pelajar SMA, tugas menumpuk, belum bisa hidup mandiri, udah ngotot untuk bikin buku. Memang nulis buku engga segampang membalikkan telapak tangan. Diperlukan inovasi dalam menulis buku, ketekunan, keseriusan, dan motivasi yang tinggi. Serta juga harus banyak membaca buku biar terlihat gaul, dan tentunya menjadi inspirasi dalam menulis buku.
Entah mengapa gue sangat terobsesi untuk menjadi penulis. Rasanya puas sekali kalau segelintir pengalaman yang menyenangkan itu dibagikan pada orang orang, berharap orang yang mendengar bisa dapat pengalaman baru dan inspirasi baru.

Niat gue menulis buku sebenarnya udah muncul sejak awal tahun 2014 lalu. Awalnya berniat menulis novel romantisme atau horror. Sebenarnya sih bisa nulis novel, karena dengan berlatih menulis cerpen cerpen diblog, imajinasi dalam menciptakan alur cerita novel bisa berkembang dan bervariasi. Banyak cerpen yang kuterbitkan diblogku,hanya saja para readers yang baca cerpen gue langsung ngilang entah kemana, tanpa meninggalkan saran atau komentar. Sehingga sedikit menghambat gue mengoreksi kesalahan sehingga bisa terus berkarya membuat cerpen yang lainnya.

Bermodalkan sebuah PC jadul yang processornya masih DualCore, dan segudang inspirasi serta motivasi gue akan berusaha mewujudkan niat gue dalam menulis buku. Entah apalah jadinya jika andaikan buku pertama gue terbit dan mulai menjajal toko buku se-Indonesia. Selain merasa bangga, gue juga merasa mampu untuk berkarya.

Tentunya mulai hari ini, gue udah persiapkan naskah bukunya yang gue ketik setiap sore hari sepulang sekolah. Membentuk kata demi kata sehingga merangkai sebuah kalimat dan padat seperti paragraph sehingga memenuhi sekitar 200 halaman itu ternyata terlihat sulit. Namun bukan seperti itu mental seorang pekerja keras. Jika kita sudah dari awal menganggap sebuah pekerjaan itu sulit, kita tak akan dapat meraihnya. Mendadak menjadi motivator, sungguh perubahan nasib yang cukup labil.

Oiya, hampir lupa dengan inti cerita. Cekidot


 

BOOK PLAN : TAMVAN

Entah setan apa yang merasuki pikiran gue sehingga judul buku pertama (masih rencananya) gue beri nama TAMVAN. Mungkin karena Tampan itu berarti ganteng dan wajah bermodal dan disertai dengan percaya diri , sedangkan Tamvan ialah kebalikannya, yaitu (yang katanya) tampan tapi tanpa ada rasa percaya diri.

Setiap manusia khususnya laki laki dituntut untuk tampil seganteng mungkin agar muncullah persepsi orang yang mengatakan bahwa dia itu Tampan. Tentunya dibutuhkan kepercayaan dari dalam diri sendiri agar bisa menyamakan pendapat orang lain bahwa sebenarnya yang dikatakannya itu benar. Tampan

Namun terkadang keadaan yang sebenarnya justru berbanding terbalik dengan keinginan. Ada kalanya sesuatu yang salah dalam diri kita yang secara tidak langsung membantah persepsi bahwa kita itu ganteng dan seolah oleh mengatakan “Loe itu engga ganteng, malah nazis seperti ikan basi!”

Masalah bau badan, postur fisik yang jauh diatas rata rata “macho”, kegemaran akan sesuatu yang menyimpang/aneh dan paling menonjol adalah sebuah kebiasaan bawaan yang bisa muncul dalam keadaan tertentu. Masalah diatas adalah faktor yang paling dihindari dari setiap cowok. Kriteria criteria tersebut tentunya sangat membuat percaya diri turun drastis. Masalah itu bisa saja diatasi dengan percaya diri yang diharap mampu menutupi kekurangan itu. Namun pada kenyataannya, ketika setiap cowok yang mengalami masalah tersebut di saat saat penting yang tidak mungkin dilewatkan, justru rasa ketidaknyamanan yang menghantui pikirannya. Seketika keringat pun membanjiri tubuhnya, dan selamat! Anda telah masuk kedalam TamvanZone.


Gimana ide utama dari (calon) buku gue? Garing, tentu saja. Saya sangat membutuhkan komentar anda untuk mengoreksi kesalahan agar mampu tetap terus berkarya. Mungkin jika tidak ada halangan, TAMVAN akan terbit pada akhir bulan Desember tahun 2015. Hahahaha, lama banget yaa.
Thanks for reading, sisihkan 1 menit untuk berkomentar

 

Pieyter Mardi

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s