Tak Perlu Terluka

Paintings-Love-l

Kurasa kita tidak perlu merasakan perihnya luka untuk bisa bertahan sampai kita merasa cukup. Kita tumbuh tanpa beban apapun dan selalu dilimpahi cinta. Kita hanya perlu saling memahami satu sama lain dan tidak menganggap sebuah masalah adalah sebuah proses pendewasaan yang menyedihkan.

                                                                                                                                         *****
Kita selalu bertanya sampai kapan kita bisa menjaga kebahagiaan ini hingga kelak kita kekal abadi. Aku dan bersama Kamu. Padahal kita tidak tahu, mungkinkah hari itu tiba diujung hari penantian kita, dan menunggu penderitaan yang akan datang saat itu juga. Cepat atau lambat, keputusan baik atau buruk akan jadi pilihan.

Cobalah pegang kedua tanganku dan kita mulai menatap dalam satu sama lain. Mungkin kita baru saja mengalahkan rasa takut, dan berniat untuk memulai langkah baru.

“Aku hanya ingin bahagia, dan tak pernah lebih dari itu” Begitu ucapmu saat aku mulai melepaskan peganganku dan melangkah pergi. Sadarilah bahwa setiap orang memang menginginkan kebahagiaan. Sesuatu yang membuatnya bahagia, tentu sangat berarti baginya.

 

Namun, kamu sama sekali tidak mengakui kalau kesedihan yang tidak terduga sebenarnya ada didalam sebuah kebahagiaan.

Aku menyukaimu, karena senyummu yang manis dan menawan. Kadang ketika kamu cemberut, wajahmu dapat seketika berubah menjadi tawar. Rasa manis dan tawar sangat dekat dengan kesempurnaan, jadi hal itu bisa membuatku menjadi bahagia, setiap kamu ada disisiku.

Aku tak perlu merasakan pahit, tanpamu. Aku juga tak ingin merasakan manis, tanpa hadirmu. Perih luka ini tak seberapa sakit, asal kamu disisiku untuk menyeka lukaku. Yang ku inginkan hanya kamu, kamu dan kamu. Bagaimana, kita bisa mulai lagi dari awal ?

                                                                        ******

Pieyter Mardi, @2015

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s