SINOPSIS ASSASSIN’S CREED : FORSAKEN

“AKU SEORANG AHLI PEDANG. DAN AKU PIAWAI DALAM URUSAN MAUT. AKU TIDAK BANGGA AKAN KEMAMPUANKU. SEKADAR, AKU PANDAI MELAKUKANNYA”

SINOPSIS

1735, London, Haytham Kenway telah diajari cara menggunakan pedang sejak tangannya cukup besar untuk menggenggam senjata. Ketika rumah keluarganya diserang—ayahnya dibunuh dan kakak perempuannya diculik oleh pria-pria bersenjata—Haytham melindungi keluarganya dengan satu-satunya cara yang dia bisa: dia membunuh.
Karena keluarganya hancur, dia dibawa oleh seorang tutor misterius yang melatihnya untuk menjadi pembunuh mematikan. Dalam keadaan haus untuk membalas dendam, Haytham memulai misi pembalasan. Dia tidak memercayai siapapun dan mempertanyakan apapun yang diketahuinya. Persekongkolan dan pengkhianatan mengepungnya saat dia terseret dalam pertarungan antara Assassin dan Templar yang sudah berlangsung selama berabad-abad.

Assassin’s Creed ‘FORSAKEN’ adalah novel ber-genre fantasy-action terbaik yang pernah gue baca. Karena buku ini amat cocok untuk gue yang mempunyai minat pada ilmu sejarah Abad Pertengahan, terutama masa masa Renaissance yang bagi gue itu adalah hal yang mengagumkan.

Novel ini hanya bisa dibaca dan dipahami oleh orang yang mempunyai minat baca yang tinggi dan sedikit pengetahuan tentang sejarah sebagai modal awal dalam membaca. Dan juga bagi orang yang engga malas buat membaca secara detail isi percakapan antar tokoh, yang sebagian orang adalah sesuatu yang membosankan. So, bagi kamu yang sudah merasa muak duluan melihat ketebalan novel ini yang mencapai 514 halaman, mendingan engga usah dibaca deh. Yang pertama terpikirkan ketika melihat novel tebal adalah kata bosan, bosan dan bosan.
Padahal isi novel ini sangat seru, dan tidak menimbulkan efek bosan. Karena setiap lembar novel ini dibumbui dengan aksi pertarungan menegangkan, beberapa fakta menarik seputar Templar dan Assassin, percakapan antar tokoh yang dibuat menarik—tidak terkesan bertele-tele, dan berbagai scenes yang menimbulkan efek terkejut, seperti pengkhianatan yang terbongkar, dll.
Buat kamu penggemar serial Assassin’s Creed—dan sudah pernah memainkan versi gamenya, dan terutama sudah pernah baca novel Forsaken ini, itu artinya kita sama deh. Nah, dipostingan gue kali ini, gua bakalan nulis tentang review novel ini. Supaya engga penasaran lagi sama novel ini, simak review gue kali ini!

REVIEW NOVEL FAVORIT GUE : ASSASSIN’S CREED ‘FORSAKEN’


Diceritakan pada tahun 1735, London, dikota Queen Anne’s Square, seorang anak bernama Haytham E. Kenway dan saat itu berusia sepuluh tahun tinggal bersama keluarganya. Ayahnya bernama Edward Kenway, ibunya bernama Tessa Stephenson-Oakley—dipanggil Tessa Kenway, dan saudara perempuan tirinya bernama Jenny Kenway. Mereka saat ini tinggal di Bloomsbury, properti milik Edward Kenway—Ayah Haytham, karena rumah mereka di Queen Anne’s Square mengalami penyerangan pada suatu malam oleh sekawanan serdadu bayaran, lalu rumah mereka dibakar. Jadi sementara ini Haytham diasuh oleh tutornya, Mr. Fayling Tua, Betty, Miss Davy, Mr.Geoffrey Digweedd, Edith (meninggal saat kebakaran), dan Emily.

Pada masa masa mereka masih tinggal di Queen Anne’s Square, Haytham sempat berkenalan dengan seoran temannya, dia dari keluarga Barrett, yang tinggal disebelah rumah Haytham.
Walaupun mereka bertemu hanya sebatas bertatapan mata via lubang pintu lorong penghubung antara rumah Keluarga Kenyway dan rumah keluarga Barrett.
Nama temannya itu Thomas Barrett, dan saat itu menanyakan sesuatu tentang Ayah Haytham. Tetapi pada malam sebelum malam penyerangan itu, Haytham menemukan mayat Tom di Gerbang Mansion, dengan keadaan setengah berbaring, setengah duduk, bersandar kedinding, berpakaian hampir sama dengan Haytham, bercelana panjang dan baju tidur. Matanya tak bernyawa, dan darah merembes turun dari luka dilehernya.

Haytham segera kembali kerumah. Rumahnya kini sedang dikuasai oleh segerombolan penjahat tak dikenal. Haytham sempat menyelamatkan ibunya dengan melemparkan sebuah pedang—pemberian ayah Haytham, dan tepat menusuk kepala sang penyusup hingga masuk kedalam rongga matanya. Haytham turun kebawah tangga, menemukan mayat Edith, pengasuhnya tergeletak dilantai dengan leher terbuka dalam genangan darah.
Tetapi Haytham terlambat untuk menemui ayahnya. Ayahnya sudah tewas dengan keadaan berlutut—sebuah pedang menghujam tubuhnya hingga pangkal dada, bilahnya mencuat dari punggungnya dan ambruk kelantai.
Bukan hanya itu, sang penyusup—yang bertelinga lancip malah menyandera Jenny, serta teman temannya yang lain membawa obor dan membakar rumah itu. Jenny diseret menuju pintu mansion dan berlari keluar menuju kereta kuda yang terlihat ada dijalan. Kereta kuda itu segera berderap kedalam malam, meninggalkan keluarga Kenway yang tersisa dan rumah yang terbakar hangus.

Itu adalah sebagian adegan yang mengawali beberapa petualangan Haytham bersama tutornya, Reginald Birch – seorang manajer properti senior untuk Edward Kenway dan seorang Templar, yang membawanya ke Eropa, untuk memulai misi balas dendam sekaligus menyelamatkan Jenny. Reginald adalah seorang Templar, dan mungkin dengan bantuan teman teman Templarnya, banyak informasi yang bisa didapatkan, karena mereka punya sumber informasi dimana mana.


Haytham seorang Assassin, yang diperolehnya dari darah Ayahnya. Namun selama ini Reginald mengajarkannya prinsip-prinsip Templar, dan mulai saat itu Haytham juga seorang Templar. Namun Haytham bermimpi suatu saat dia adalah orang yang tepat untuk menyatukan Assassin dan Templar, karena keduanya memiliki berbagai kesamaan. Semenjak bergabung dengan Templar, Haytham banyak memiliki teman-teman baru yang juga seorang Templar.
Mereka adalah Benjamin Church, John Harrison, Thomas Hickey, William Johnson, Charles Lee, John Pitcairn, dan seorang Templar yang dituduh berkhianat—dibunuh oleh Haytham, Juan Vedomir. Tetapi yang sering menemani Haytham kemanapun adalah Charles Lee, William Johnson, Thomas Hickey. Benjamin Church memang seorang Templar—sekaligus seorang dokter. Namun ketika diakhir cerita, Church dianggap berkhianat kepada Ordo Templar—meninggalkan prinsip-prinsip Templar demi keuntungan pribadi. Benjamin Church mencuri perbekalan yang cukup banyak dan akan dibawa ke New York dengan kapal sekunar, kapal bertiang dua. Tetapi Haytham berhasil membunuhnya bersama Connor, putranya sendiri.

Mereka berempat banyak memulai aksi aksi pembunuhan bersama, yang dikomandoi oleh Haytham sendiri. Seperti aksi pembebasan budak di Benteng Southgate, yang ditanggungjawabkan oleh Silas Thatcher, tuan budak dan komandan di Pasukan Raja.
Haytham berkenalan dengan seorang wanita Mohawk bernama Kaniehti:io—juga dipanggil Ziio, dan mereka menjalin sebuah hubungan tanpa adanya pernikahan—tidak ada pernikahan resmi dizaman itu.

Ziio akhirnya meninggal didalam sebuah penyerbuan pada desanya, yang dipimpin oleh George Washington, perwira jenderal Braddock; kepala komandan Tentara Kontinental yang baru dibentuk; Pendiri dan akan menjadi Presiden Amerika Serikat.

Tetapi Ziio sempat melahirkan seorang anak hasil buah cintanya dengan Haytham, dan memberinya nama Connor, dengan tambahan nama Kenway dibelakangnya. Connor Kenway, anak Haytham.

Akhirnya tanggal 25 September 1757, Haytham berhasil menemukan Jenny, yang dijual oleh pedagang budak Turk ke Istana Ottoman, dan setelah itu Jenny tinggal di Istana TopkapI. Dan disini Jenny bercerita tentang pengalamannya selama di Istana, dan menceritakan semua yang dia tahu.

ACIII-Miko

pict: Reginald Birch

Reginald Birch adalah seorang pengkhianat. Orang orang yang menyerang rumah Haytham dan membunuh ayahnya adalah Teman-teman Templar Haytham sendiri. Setiap Templar selalu mengenakan cincin dijarinya, termasuk para penyusup itu. Tetapi sewaktu mereka menyerang rumah Haytham, mereka melepas cincinnya dan itu membuat ketika itu Haytham berpikir bahwa mereka adalah serdadu bayaran, bukan Templar. Mereka mencari sebuah buku berwarna cokelat, dijilid kulit, dan bersegel Assassin. Dan buku itu tepat kini berada ditangan Reginald Birch.
Reginald Birch memang benar benar seorang pengkhianat. Dia merenggut masa kecil Haytham dan membangunnya dengan berlandaskan dusta. Reginald mengaku menjalankan apa yang telah dia lakukan demi kebaikan Ordo dan demi kebaikan umat manusia. Tetapi dengan mengorbankan nyawa ayah Haytham, sekaligus menghancurkan keluarga Kenway.

Akhirnya Reginald pun meninggal, tersandar dipintu kayu. Sebuah pedang menembus dadanya, lalu perlahan meluncur dari pedang dan tergeletak dilantai.
Misi pencarian tentang pembunuh ayah Haytham sudah selesai. Namun masih ada satu masalah lagi yang membuat alur cerita buku ini masih terlihat panjang. Connor. Sisa lembar buku ini menceritakan tentang petualangan bersama Haytham dan Connor—anaknya dalam bertarung dengan siapa saja. Dan diakhir cerita, Duo Kenyway ini terlibat pertarungan bersama. Namun kali ini mereka bertarung satu lawan satu. Connor akhirnya membunuh Ayahnya sendiri, dengan sebuah pedang yang menikam dada sang Ayah.

connor_kenway_by_lopez_the_heavy-d4u70od

pict : Connor Kenway

Cerita pun berakhir dengan Connor yang berlutut disebuah tanah lapang, didepan makam sang Ibu—Ziio,dan makam sang Ayah—Haytham, serta turut juga mengubur amulet (semacam kalung) kedalam tanah.
Kalimat terakhir yang dia ucapkan.
“Dengan penuh harapan untuk masa depan, aku kembali kepada kaumku, kepada para Assassin.
Ini waktunya mencari darah baru”

END REVIEW ASSASSIN’S CREED ‘FORSAKEN’

Bagaimana sob? Dari penggalan cerita tersebut, kamu udah tau dong isi novel ini? Nah, karena kamu udah tahu inti besar dari novel ini, gue buat dua tebakan tentang perasaaan kamu saat ini.

A. Karena sudah tahu penggalan sekaligus inti utama dari novel ini, maka kamu samasekali tidak berniat untuk memiliki novel ini.

B. Karena kamu sudah tahu penggalan dan inti utama dari novel ini, kamu semakin penasaran tentang cerita ini lebih luas, dan ingin mendalami sosok karakter lebih jauh lagi, ATAU pengen buat review novel ini versi kamu sendiri, maka kamu sangat berniat untuk menabung—apabila sudah punya uang, maka kamu akan segera membeli novel ini.

Karakteristik Novel ASSASSIN’S CREED ‘FORSAKEN’

Novel ini dikarang oleh Oliver Bowden, nama pena untuk Anton Gill, seorang penulis novel dan sejarawan renaisans pada tahun 2012. Hak Penerjemah kedalam Bahasa Indonesia ada pada PT. Ufuk Publishing House. Novel ini memiliki 524 halaman (2 lembar cover). Harga buku 69.000 (harga bisa berubah, tergantung toko buku dan regional pemasaran).

Penulis : OLIVER BOWDEN ( Anton Gill)
Penerjemah : Melody Violine
Penyunting : Putri Amaranta
Penyelaras Akhir : Muthia Esfand
Penata Letak : Erina Puspitasari
Pendesain Sampul : Kiki Maryana
ISBN : 978-602-7698-73-2

PENERBIT FANTASIOUS
PT. Ufuk Publishing House
Anggota IKAPI
NOVEL ORISINAL BERDASARKAN VIDEO GAME MULTIPLATINUM DARI UBISOFT
Judul-judul lain dalam seri Assassin’s Creed:
Renaissance
Brotherhood
The Secret Crusade
Revelations
Unity
Black Flag

Cover Assassins Creed Black Flag

pict: Novel Assassin’s Creed BLACK FLAG, Novel impian gue saat ini.


SESSION: NGAWUR DIKIT GA-APA APALAH

Gue membaca novel ini hampir setiap hari ketika gue memiliki waktu luang. Kadang ditengah malam gue merasa insomnia dan tak bisa tidur karena teringat sama dia terus disiang harinya gue istirahat selama 2-3 jam. Gue langsung ambil novel ini dan membacanya, hingga tanpa sadar gue udah tidur sendiri, dengan posisi novel tepat diatas kepala gue.

Gue orangnya penyendiri, dan bergaul seadanya dengan teman dikelas gue. Karena apa? Gue bukan idiot atau seorang psikopat. Minat gue yang berbeda dari teman-teman pria sekelas gue. Mungkin hanya gue yang mau baca novel setebal itu, begitu kata mereka. Untuk lebih jelasnya, coba kamu perhatikan tabel ini.

SDASDSA

REVIEW BY : Pieyter Mardi
NEXT REVIEW : —-
Silahkan tulis saran dan komentar dikotak khusus dibawah ini.

Iklan

24 pemikiran pada “REVIEW Novel Favorit Gue : ASSASSIN’S CREED ‘FORSAKEN’

  1. Mungkin ya aku udah duluan muntah kali kalo liat novel setebal 500 halaman. jangankan 500, buku paket yang 70 halaman aja udah bosen duluan

    Tapi kayaknya seru sih, baca spoiler duluan. Harganya lumayan ya..

    Salam kenal ya..

    Suka

    1. Haseemm.. Elu pernah lihat novel Gajah Mada yang tebalnya 1000 halaman? Gue nanya aja sih, karena gue belum pernah baca juga –” Biasakan membaca bro. Jangan melihat buku dari sampul dan tebalnya, tapi lihatlah dari harganya (?) Salah, lihat dari isi didalamnya.

      Salam kenal juga 🙂

      Suka

  2. Bukan cuma spoiler, menurut gue ini malah seperti rangkuman novel Assasin, bukan review, jadi gak bikin pembaca penasaran karena udah tau ceritanya. Maaf kalau gue salah ._.v

    Tapi… gue sebenarnya pengen sih bacanya, cuma 500 halaman ya? Hahaha, Harpot yang hampir 1000 aja gue tamat xD *sombong :P. Walaupun udah tau ceritanya, kayaknya ngebaca sendiri gue bakal punya pandangan sendiri. Tapi, tetep aja gue gak nganggep ini sebuah review, ini rangkuman, menurut gue sih xD

    Suka

  3. 500 hal. Lumayan banyak, bagi orang yang jarang baca. Bagi yang suka baca. Enak dan santai aja, sebenarnya. Gak perlu ngerasa kebanyakan.

    Tapi bener, deh. Ini lebih kepada rangkuman bukunya. Soalnya hampir lengkap nyeritainya.

    Maski gue belum baca. Tapi, gue seneng udah bisa baca rangkumannya. Setidaknya gue taukan..

    Suka

  4. Gue baru tau kalau Assasins ada novelnya juga, gue biasanya lebih sering mainan game assasins ini di iphone.

    liat halamannya yang sampe 500 hal, kayanya begel juga ya bacanya, hehehe mending gue main gamenya aja deh. lebih seru. hehehe

    Suka

  5. Aku yakin… itu penulis pasti hebat banget bisa buat buku berdasarkan game.
    Minggu lalu aku sempat mau beli juga buku ini, tapi sayang aku udah lama gak main ini game. takutnya pas baca malah gak nyambung

    Suka

  6. wah Assasin. Ini novel kemarin pernah buming di komunitas rumah baca ku. Tapi yang minat mayoritas laki-laki. Aku sebagai perempuan, belom berminat. karena yah taulah. Itu novel kalo dilempar ke empunya blog ini bakal disimpan di lemari dan bukan pingsan. Loh?

    Aku masih ada bacaan wajib yang tebal-tebal. -_-
    dan belom berminat di Assain yang mana intinya tarung mulu, dan aku gak ngerti. Haha.

    Oh iya untuk review, kamu bisa memberikan pandanganmu terhadap novel ini. Baik kelebihan dan kekurangan menurutmu. Atau kuote-kuote yang menarik buatmu lo. 🙂

    Suka

  7. Pernah mau beli novel ini, sayangnya kurang berminat aja, karena aku juga enggak suka main game nya nanti malah bingung jadinya.

    Lagian kurang suka sama genre-genre kayak gini, mungkin nanti kalo udah mulai tertarik baca genre yang sejenis ini bakal tertarik beli buku ini 😀

    Suka

  8. Wah gue baru tau kalo ni game ada novelnya. Sebenarnya yg lebih dulu game, novel, atau filemnya sih? Jadi bingung juga. 😅

    Gue pikir tadinya lu mau cerita sinopsisnya sampe tamat. Haha mending baca disini aja kalo gitu, gak usah beli. 😅 sinopsisnya kepanjangan untuk sebuah review. #IMHO

    Tapi gue suka jenis buku kayak gini, petualangan dari awal gitu. Gue emang lagi pengen beli novel terjemahan tapi belom punya banyak referensi si novel yang bagus selain Harry Potter. Mungkin ini bisalah di beli.. 😅

    Suka

    1. Bro, sebenarnya yang lebih duluan muncul itu gamenya. Trus Oliver Bowden nulis buku ini dengan memainkan versi gamenya. Memang bro buku beginian jadi favorit orang yang suka membaca dan punya fantasi yang tinggi.

      Tapi elu udah baca sinopsis ini, ngapain dibeli lagi coba ? Hahaha. Gue mah pengen nabung lagi mau beli Assassin’s Creed Black Flag nya.

      Suka

  9. yang di gambar itu bukan birch gan, tapi Miko-dia salah satu pemimpin assassin brotherhood bareng edward kenway yang ada di london, dia dibunuh haytham sebelum pergi ke new york, dia dibunuh karena bawa kunci untuk pengaktifan the eye, salah satu device buatan ilmuwan dari peradaban pertama..

    saya rekomendasikan main game ny dulu sebelum baca noveknya gan, karena novel forsaken ini kurang lebih rangkuman dari game assassin creed 3

    Suka

  10. kak, aku punya novel ini. Cuma ragu mau bacanya soalnya series nya banyak banget. Info dong kak, novel assasins creed series ini ceritanya bersambung gak kak? soalnya setau saya ini serie ke 5, jadi kalo nyambung ini udh ketinggalan banget. Makasih kak infonya.

    Suka

    1. Gak kalau yang ini bisa dibilang ceritanya masih baru mulai. Soalnya pemeran utamanya kan Haytham, yang adalah ayahnya Edward. Buku ini bakal cuma punya satu sequel, yaitu Black Flag yang ceritanya bakal flashback ke kehidupan Ayahnya Haytham pas masih jadi bajak laut.

      Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s