Sudah seminggu lamanya gue gak pakai jam tangan lagi. Sebenarnya gue masih punya dan masih berfungsi, tapi sayangnya jam tangan gue engga cocok lagi. Entah tali jam tangan gue yang sudah longgar, atau lengan gue yang semakin kurus. Padahal terakhir kali gue pakai jam tangan, masih muat kok. Ada apa dengan gue? Apa karena gue terlalu menyukai dan memikirkan seorang gadis saat ini, sehingga gue lupa sama kesehatan gue sendiri?. Mulai saat ini gue perlu banyak makan, karena terlalu banyak memikirkan cewek itu perlu banyak tenaga.


Gue bukan manusia sempurna. Gue sadar sepenuhnya terhadap segala kelemahan yang gue miliki, dan gue berusaha untuk mengembangkan segala kelebihan dan minat gue untuk menutupi kekurangan gue. Tapi tetap aja, Gue engga ganteng-ganteng. Masih aja jelek.

Gue tidak lihai dalam urusan ingat-mengingat. Gue lebih mengingat untuk mengisi pulsa internet ketimbang mengingat tanggal ulangtahun pacar gue. Bukan soal apa-apa, jadi jangan terkejut. Padahal gue memang engga pernah punya pacar. Masih setia menyandang status single, karena itu adalah sebuah prinsip—jomblo adalah nasib. Mungkin gue akan punya pacar, ketika Band Rock Rolling Stones akhirnya merilis album dangdut. Engga usah jauh-jauh deh keluar negeri. Sampai Pak SBY jadi presiden lagi, disitulah gue bakalan punya pacar.

Look at me now, i’m falling in love!.

Gue tidak mengingat—kali terakhir gue jatuh cinta, bahkan gue lupa—ini yang keberapakalinya gue jatuh cinta (lagi). Terlalu sering memendam perasaan pada cewek, terlalu lama menjalin PDKT, jadinya terlalu lama sendiri, hingga gue hampir lupa bagaimana caranya jatuh cinta. Tapi kali ini beneran. Gue jatuh cinta, untuk membuktikan memang gue pantas untuk dicintai. Jatuh cinta gue yang sekarang masih sama—tidak ada bedanya dibanding jatuh cinta yang kemarin-kemarin.

Seperti biasanya, gue selalu tak bisa untuk mengutarakan langsung perasaan gue pada gebetan, hingga gue memakai cara yang selalu gue andalkan untuk mendekati cewek. Selalu menunggu hingga saatnya tiba. Kalau sudah suka, tetap dijalani aja walaupun hubungan ini bakalan berakhir rumit.

Gue jatuh cinta (lagi) kepada seorang cowok gadis biasa. Gadis biasa yang benar-benar biasa saja, namun dimata gue dia memang bukan gadis biasa. Dia segalanya. Selama gue menjomblo, sebenarnya banyak cowok yang mengutarakan perasaan suka sama gue, tapi gue tolak semua—karena gue sebenarnya bukan homo.

Gue adalah cowok normal. Tetapi saat gue tahu dia sedang berada disekitar gue, gue berusaha untuk bersikap normal seperti cowok biasa. Tetapi sebaliknya, yang gue lakukan malah membuat gue seperti orang tolol yang mencoba bersikap mempesona. Ini yang sering kita sebut sebagai salah tingkah. Seolah-olah gue menjadi orang lain, dan membohongi diri sendiri.

Aku selalu tersenyum seperti orang idiot ketika berada didekatmu. Kadang disaat aku kehilangan akal sehatku, itu seperti hal biasa kulakukan.

Tapi gue langsung sadar, untuk apa semua ini gue lakukan. Untuknya.

Hati ini hanya untuk dia, tetapi gue belum tahu apakah dia mempunyai rasa yang sama dengan gue. Segenap perasaan ini hanya terpendam dihati—seperti yang biasa gue alami.
Untuk menarik perhatiannya, melakukan serangkaian tindakan bodoh sekaligus kekanak-kanakan bukanlah cara satu-satunya.

Itu cara yang kuno, hanya bersifat masuk akal bila ada didalam film. Didunia nyata, setiap cowok yang rela berlaku konyol demi seorang gadis, malah dicap sebagai orang idiot. Makhluk seperti itulah yang paling tidak disukai oleh cewek normal, tetapi malah tipe seperti itulah yang memiliki rasa sayang yang tulus. Mengorbankan apapun demi seorang gadis, bahkan jika itu adalah sebuah harga diri.

Gue bukan tipe cowok lebay seperti itu. Masih banyak jalan menuju Roma, dan masih banyak jalan normal yang bisa ditempuh menuju hati sang gebetan. Kembali kepada perkataan gue tadi, gue bukan makhluk sempurna. Satu satunya hal positif yang bisa gue lakukan untuk menarik perhatiannya : Tunjukkan siapa gue sebenarnya.

Lebih dari setahun yang lalu, ketika gue ikutan lomba menulis essay yang diadakan oleh Mendikbud, gue menemukan minat gue yang sudah lama terpendam. Walaupun naskah essay gue gagal masuk 12 besar, namun semangat yang gue dapatkan hari itu juga lebih dari segalanya. Gue bermimpi suatu hari gue menjadi seorang penulis muda yang menciptakan karya yang disukai orang, gue bakalan terkenal, dan gue bisa cari penghasilan sendiri—dan menjadi seorang yang mandiri.

Gue menciptakan sebuah blog pribadi, dan gue isi dengan tulisan tulisan permulaan gue yang memang tidak bermutu, dan lebih menyerupai seperti coret-coretan remaja labil yang idiot. Gue terus mengasah imajinasi gue, menciptakan berbagai cerita pendek bernuansa romantis, yang gue ciptakan seromantis mungkin—dan gue berharap itu akan terjadi dalam realita hidup gue. Gue berkenalan dengan sekian gadis, menjalani kisah dengannya, dan gue tulis dalam sebuah cerita.

Intinya gue memang sial. Bagian akhir cerita pendek yang gue tulis selalu berakhir bahagia. Padahal cerita cinta gue sendiri engga pernah sebahagia itu. Kenapa gue bisa sesial itu? Karena gue engga punya nyali. Gue menceritakan seorang cowok yang berani mengungkapkan cintanya pada sang gadis—hanya didalam cerita, sementara gue udah langsung salah tingkah
( baca = sesak nafas) ketika saling bertatapan, saling berbicara satusama lain, apalagi jalan berbarengan. Gue belum terbiasa dengan situasi seperti itu. Allah bisa karena biasa.

Memang gue bener=bener idiot. Tulisan ini berawal dari gue yang jatuh cinta lagi, dan kini gue malah semakin ngawur kearah lain, dan nyasar ke masalah blog, cerita pendek, dan entahlah.
Tapi gue serius dalam prinsip yang gue buat : tunjukkan siapa gue sebenarnya. Bukan hanya mengembangkan hobi gue ini, tetapi juga berprestasi disekolah dan diluar sekolah.
Gue tidak mengharapkan lebih darinya. Sekadar dia mengenal siapa gue, setidaknya dia pernah memikirkan gue—walaupun hanya sebentar. Itu saja. Gue engga bisa menjamin dia akan langsung terpesona melihat gue berprestasi, karena cinta tidak tumbuh secepat itu.

Inside You, itu adalah judul cerpen gue saat ini. Dan apabila otak gue lagi encer-encernya dalam menemukan inspirasi, khususnya mencari adegan romantis lain yang bisa gue kembangkan, cerpen ini bakalan gue jadikan novel. Pemeran utamanya bernama Alden, dan seorang gadis. Sampai detik ini, gue masih ragu untuk menjadikan namanya sebagai tokoh gadis dalam cerpenku, karena gue samasekali belum mengenalnya.

Selama ini gue hanya mengarang, dan semua adegan yang gue tulis hanya imajinasi belaka, dan segala kata yang diucapkannya—segala sifat dan tingkah lakunya hanya gue karang seadanya tanpa mengetahui sifat aslinya. Itulah mengapa gue agak malu menjadikan teman sekelas gue untuk menjadi editor sementara—setidaknya mempunyai keahlian untuk memeriksa kesalahan dalam naskah cerpen gue.

Gue bener-bener gila saat ini. Gue sudah dibutakan oleh cinta, hingga gue nekat menciptakan dunia gue sendiri, dimana gue—sebagai Alden hidup bahagia bersama gebetannya hingga akhir, yang gue lahirkan dari pengalaman gue membaca novel romantis.

Bukannya aku tidak ingin bersamanya, namun Aku seringkali memikirkan kehidupanku kelak di masa depan, bahwa bukan dialah nantinya yang akan menemaniku seumur hidup. Aku hanya bisa berharap, aku akan menemukan seseorang yang lebih baik darinya, dan begitu juga dia menemukan lelaki lain yang lebih baik dariku.

Aku tidak lihai dalam urusan mengingat. Aku tidak ingat terakhir kalinya aku jatuh cinta, dan aku juga tidak mengingat, ini yang keberapakalinya aku jatuh cinta lagi. Cinta seperti petualangan dan misteri bagiku, dan aku sangat menyetujui itu. Penantian ini berakhir sudah. Menemukan cinta sejati, dan meninggalkan masa lalu, seperti sebuah tahap awal memulai hidup baru yang lebih cerah. Biarlah semua kisah ini senantiasa berlalu, sementara aku dan kamu mengisi lembaran cerita indah kita. Inside you, forever.
Gue memikirkan untuk memberi judul postingan yang cocok, dan tidak menarik perhatiannya karena feed tulisan ini otomatis terposting dihalaman beranda Facebook. Gue berharap kamu tidak membaca tulisan ini, tapi sudah terlambat karena kamu sudah sampai dibagian akhir tulisan ini. Kamu tahu kenapa? Karena aku ingin kamu mengetahuinya langsung—dan aku yang memberitahukan langsung isi hati ini kepadamu.

Kenapa aku menulis postingan ini ? Karena aku sayang kamu.

Iklan

10 pemikiran pada “Ketika Seorang Kutu Novel Idiot Jatuh Cinta

  1. Jadi, lu kutu buku novel idiot gitu, yang gak bisa mengingat, bahkan untuk urusan cinta? Ah, lu mah gitu orangnya :3

    Ngomong-ngomong, otak gue muter-muter nih baca postingan lu, mulai dari cinta, cerpen, dan segala macamnya. Tapi, akhirnya gue bisa menarik kesimpulan, lu lagi fallin’ in love tapi gak berani ngungkapin, akhirnya untuk nulis postingan untuk si dia pun, walaupun hanya sekedar postingan, lu grogi.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Elu kok bisa tau semuanya sih ? :3

      Gue engga bisa mengingat masalah percintaan gue, karena hampir semua kisah cinta gue isinya pahit semua vro. Semoga kisah jatuh cinta gue kali ini gak seseram yang “kemarin” lah :D.

      Gue sangat berharap, si doi engga baca postingan ini. Biar gue sendiri yang ngungkapin ke dia langsung :3

      Suka

  2. absurd tulisannya, di depan cewek jadilah apa adanya, nggak usah jadi idiot dan sebagainya. Memikirkan cewek memang menguras tenaga dan pikiran. Intinya ini lu lagi jatuh cinta, saran gue makannya di banyakin. Terus sering update di blog, pasti berhasil

    Suka

    1. Ini mesti jadi top comment!

      Gue selalu berusaha untuk menjadi normal. Nyatanya? Gue lebih terlihat seperti salah tingkah, dan terkesan grogi (baca= idiot).

      Gue janji bakalan banyakin makan. Dan semakin rajin ngeblog. Suer :3

      Suka

  3. Yaelah, bro. Sebenarnya gak perlu diinget, kalo kita udah inget. Salahnya, kita itu sering lupa. Jadi, pada akhirnya kita gak inget.

    Jatuh cinta emang berjuta indahnya. Tapi, sayangnya cinta tak harus memiliki tetap menjadi salah satu alasan kenapa hubungan harus berakhir.

    Gak perlu jadi idiotlah, bro. Untuk jadi yang terbaik. Lu cukup menikmati pahit dan manisnya hidup ini. Supaya indahnya hidup selalu dekat. 😀

    Supaya makin keren, lu harus rajin ngeblog. Ya, setidaknya belajar untuk konsisten. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Kalo udah terlalu sering disakitin, untuk apa diinget-inget. Itu aja intinya bro.

      Hal yang menyakitkan tak pantas untuk diingat. Saking seringnya jatuh cinta dengan cewek, jadi lupa itu yang keberapa kalinya.

      Gue harus wujudkan mimpi gue menjadi penulis. Karena itu satu-satunya jalan buat gue untuk jadi ‘populer’.

      Suka

  4. sepertinya kita senasib bro jalan gue begitu terjal soal urusan cinta, gue sedikit jatuh cinta tapi dari jatuh cinta itu semua pahit ngungkapin pun dicuekin haha akhirnya buat cerpen-cerpen imajinasi 😀 tapi gue setuju dengan cara lu coba jadi diri sendiri buktiin kalau lu emang pantas dan ungkapin yang elu rasa terlepas dia respek sama lu itu urusan belakangan setidaknya lu sudah coba iya kan ?

    Suka

    1. Setidaknya gue udah berusaha jadi normal. Tergantung dianya lah yang bikin persepsi tentang gue. Manamungkin gue berharap dia supaya peka. Karena dimana-mana cowok yang ngungkapin perasaan, dan mesti peka terhadap kode-kode cewek.

      Gue akan berusaha jadi normal.

      Suka

  5. jatuh cinta beribu-ribu rasanyaaa haha. oke, ngomongin cinta lagi. jatuh cinta memang nggak bisa dihindari dari kehidupan kita yaa, dan terkadang cinta itu bisa datang kapan saja. seperti kasus lo diatas kayaknya lebih semacam ke secret admirer gitu yaa, lo cinta sama seseorang, tapi masih takut dan malu-malu untuk ngungkapinnya. pede aja bro, cewek juga butuh kepastian.

    tunjukin diri lo dan jadi diri lo sendiri. meskipun lo hanya seorang blogger yang bisa dibilang enggak unyu, so what? jadi diri sendiri itu emang penting, daripada harus memaksakan jadi orang lain agar keren di mata dia. nggak perlu.

    tunjukin aja kalo lo jago dalam menulis, terutama tulisan-tulisan romantis. siapa tau dia baca terus suka sama lo.

    Suka

  6. ini gimana sik? jatuh cinta ko malahan jadi kurus gak semangat makan? seharusnya kamu kaya gitu waktu lagi jatuh cinta, udah deketin aja doi demi kesehatan jasmani rohani dan hati mu. menyatakan cinta untuk pertama kali pasti susah ko, gak ada yang mudah jika dilakukan pada saat pertama. tapi cewek bakalan ngehargain usahamu ko..
    intinya kalo sama doi jadilah dirimu sendiri, tunjukin aja semua kekurangan dan kelebihanmu, kalo doi bisa terima semua itu tembak, kalo kaga cari yang lain.

    Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s