Bagikan senyummu padaku agar aku terbangun. Pegang tanganku, dan hangatkanku ketika aku mencoba untuk menatap wajahmu. Rebahkan dirimu disisiku, bahkan ketika musim gugur hampir tiba. Tidak bisakah kamu tinggal disampingku lebih lama lagi?

Aku akan berikan kepadamu segalanya yang aku miliki, karena aku ingin kamu senantiasa berada disisiku. Tidak bisakah kita bercanda tawa lebih lama lagi?

Kamu lemparkan bola salju dingin padaku saat musim dingin tiba. Lalu kita merebahkan diri diatas tumpukan salju saat kita kelelahan. Kita bermain, walau tidak mengenal beban yang saat ini sedang kita pikul. Dingin seharusnya membuat kita terdiam dirumah, namun kamu memberiku semangat yang lebih. Karena kamu, aku tahu dengan siapa aku harus menghabiskan setiap detik hidupku. Tanpa kamu ketahui, tidak perduli berapa luka yang telah kita sembunyikan, tidak perduli sebanyak apapun air mata yang telah kita keringkan, dan kita lebih tak perduli tawa yang kita habiskan berdua—aku telah temukan dirimu. Aku tahu hidupku saat ini sangat berarti. Tapi hidup didunia bersama gadis sepertimu, hidupku akan lebih indah lagi dari sebelumnya.

Kau hangatkan aku dibawah perapian, saat aku kedinginan dan menggigil disaat musim dingin masih panjang. Deruan nafasmu membuatku tahu kamu juga kedinginan. Tapi kamu lebih memilih untuk menghangatkanku daripada melakukannya untukmu sendiri. Aku tahu pasti ada suatu saat untuk aku membalasnya, walau kamu sering memintaku untuk tidak membuat janji yang tak dapat kupenuhi. Kamu memintaku untuk tidak mengecewakanmu.

Terima kasih atas kehangatan yang kamu berikan. Dalam beberapa detik waktu yang amat berharga, arti sebuah dekapan yang hangat, dan senyumanmu.

Aku tidak tahu ini apa. Jika ini adalah cinta antara kita, mengapa kamu baru hadir sekarang? Mengapa kamu hadir saat aku sedang menunggu—menunggu cinta terbaik yang tak mungkin pernah ada. Karena aku tahu, tak ada cinta yang abadi.

Mengapa kamu hadir saat aku sedang terpuruk? Aku terluka hebat, karena aku hanya manusia biasa. Apa kamu mau menanggung luka ini bersamaku? Tapi andaikan kamu bersedia, aku takkan memberitahumu. Aku tahu kamu akan menjaga jarak denganku, yang menjadi alasanku hingga saat ini—mengapa aku terus menunggu?

Senin. Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya—dimana kehidupanku selalu hampa tanpa adanya cinta. Hari senin meninggalkanku begitu saja, saat aku sedang hancur. Aku masih menungu, entah sampai kapan dan aku pun tidak tahu ini akan berakhir seperti apa jadinya. Cinta tidak datang sendirinya ketika aku hanya diam menunggu, walaupun hakikatnya cinta mengalir seperti air—datang pada saat yang tak terduga, dan pergi pada keadaan yang tak terduga pula.

Selasa. Tidak ada yang lebih membosankan daripada menunggu. Apalagi semua yang di nanti hanyalah bersifat abstrak. Aku sempat merasa bosan dan lelah. Seharusnya aku menyingkirkan perasaan bosan itu, sebab aku percaya cinta itu memang ada dan nyata.

Rabu. Tidak perlu merasa iba padaku. Aku sudah terbiasa seperti ini. Aku masih menunggu cinta, walaupun hari Selasa terasa seperti seribu tahun bagiku. Mungkin Rabu adalah hari yang tepat untuk membuka diri agar aku pantas dicintai. Tidak perlu memaksakan diri untuk menunggu, karena aku masih percaya—cinta akan datang pada saatnya yang tepat. Aku bukan hanya menunggu, namun aku mulai membuka kedua lenganku, menerima cinta yang kupercaya akan hadir.

Kamis. Aku menunggu cinta. Menunggu cinta untuk hadir.

Jumat. Terima kasih. Ini sudah Hari Jumat. Bintang-bintang mulai bersinar di langit malam. Ketika hari beranjak siang, langit terlihat begitu cerah. Musim dingin menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Pohon-pohon mulai bersemi, dimana daun-daun kehijauan mulai bermekaran. Mawar itu merah, violet itu biru. Aku merasakan begitu banyak energi positif menyelimutiku hari ini. Aku harap ini terus berlanjut dan akan selalu seperti ini. Terima Kasih.

Sabtu. Aku beraksi hari ini seperti singa yang sedang jatuh cinta pada mangsanya. Aku merasakan tatap matanya begitu elok dan menarik. Aku mengejarnya, yang membuatnya semakin menjauh. Namun dia menjauh, namun memberikan tanda-tanda padaku untuk lebih semangat mengejarnya. Aku menangkapnya tepat didalam dekapanku, dan membiarkan hangat menyelimuti kami ketika sinar matahari musim semi mulai memancar.

Minggu. Aku menunggu cinta. Menunggu cinta untuk hadir.

Andaikan dari pertama kali kita saling mengenal—aku sudah tahu rasa ini adalah cinta, aku tak akan menunggu selama ini. Namun penantian panjang ini yang akhirnya melatihku untuk menemukan cinta yang kupercaya akan menemaniku dalam hidup—menemaniku menulis cerita hidup bersamamu. Ah! Andaikan aku sudah mengetahui ini dari awal, aku tak akan berusaha menggapai apa yang tak mampu kuraih. Aku tak akan memberikan perhatianku kepada orang yang salah. Ah!

Tapi, lupakan saja semua itu. Aku sudah menemukan cinta. Terima Kasih.

Kita tidak mencari. Tetapi menemukan.

Iklan

7 pemikiran pada “Waiting For Love

  1. Ya kita tidak mencari tapi menemukan. Cinta akan hadir, dan pasti hadir. Terkadang kita sudah jauh-jauh mencari cinta itu tapi ternyata ia cinta itu ada didekat kita.

    Suka

  2. gue suka yg kata2 di hari jum’at…
    keren kayaknya, memang menunggu itu terkadang membosankan…
    tetapi terkadang lebih baik menunggu… krn dgn menunggu kita bisa mendapatkan,
    sesuatu hal yg berharga 🙂

    Suka

    1. Terkadang menunggu itu membosankan bro, apabila kita menunggu sesuatu yang tidak pasti.

      Tetapi menunggu akan lebih indah, jika hal yang kita tunggu memang nyata, dan sesuatu hal yang berharga 😀

      Suka

  3. Asekk, anak cinta nih. Ini tentang menunggu datangnya cinta, apa menunggu datangnya jawaban atas pernyataan cinta? Mungkin dua-duanya. Yo’i, cinta itu menemukan, walaupun sampai saat ini aku dan dia belum saling menemukan. *baper
    Jadi bagaimana penantianmu?

    Suka

  4. serem sioh nih, kalo udah nulis tentang hal” berbau cinta. terlebih, lu nulisnya pake hati banget nih yak? ahahah

    gue masih cupu sih komen tentang hal” berbau cinta. setuju sih sama perkataan lu yg terakhir, bahwa cinta itu menemukan, bukan di cari. yah, tapi jgan sampe terlalu berharap sama cinta” yg kyak gini sih, krena klo mnurut gue, yaaah… hati orang mana bisa ditebak nantinya. sewajarnya aja. klo gue sih. hehe

    Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s