Kamu tidak terkekang. Kamu bebas. Tidak ada satupun orang yang tahu isi hatimu. Kecuali kamu membagikannya kepada semua orang, tentang tangismu, candamu, dan semua opinimu yang kutahu itu sempurna.

Kamu pernah menceritakan mimpimu padaku, sambil memegang kedua tanganku dengan lembut, bahwa kita percaya suatu hari kita akan terbiasa dengan semua ini. Itu yang kuharapkan, ketika pola pikir kita menyatu, berintegrasi, kita akan menemukan jawabannya. Semua ini hanya masalah waktu. Semua ini hanya bisa berubah saat kamu memutuskan untuk menceritakan mimpimu.

Aku bisa menerjemahkan inginmu. Kamu ingin didengar, namun tidak hanya sekedar didengar. Kamu ingin dipahami, tapi tidak sekedar dipahami. Kamu mengira dunia akan duduk manis dibawah rindangan pohon, melipat tangannya sambil mendengarkan ceritamu.

 

Tidak, Aiara. Dunia tidak bisa memahamimu dengan sempurna. Dunia ini terlalu sempurna untuk mendengarkan mimpimu yang sempurna.

Tidak semua hal-hal didunia ini bisa kamu percaya, Aiara. Disaat tertentu, saat kamu bahagia, dunia akan senantiasa ikut bahagia bersamamu. Namun tidak saat kamu sedang terpuruk.

Dunia memang butuh dipahami, namun tidak dapat dipahami dengan perasaan. Mereka dibentuk atas dasar kepentingan, Aiara.

Kamu membutuhkan seseorang yang dapat membangun harimu. Dia yang kamu harap mampu mewarnai setiap lembaran hidupmu yang hampa, menghapus air matamu, serta menghadirkan mimpi yang sempurna untukmu disetiap malamnya. Tapi jangan pernah meminta hal itu dengan terus terang kepada Dunia. Kamu membutuhkan seseorang untuk menghiburmu, tetapi dia menarik nafasmu dan menghembuskannya.

Aku pernah mengatakan padamu, Aiara, kita tidak pernah mengerti kehidupan ini. Kadang kadang orang yang paling kamu idamkan, ternyata bukanlah orang yang terbaik. Namun orang orang yang terkesan biasa-biasa saja padamu, tetapi dialah yang sangat peduli terhadapmu, yang selalu menyukai hal-hal yang sederhana. Dia yang selalu berharap sambil berkata:

“Aku sangat menyukai kesederhanaan, itu alasannya aku memilih kamu”

mungkin adalah orang yang tidak pernah kamu sangka keberadaannya. Dia selalu mencoba untuk menabung uang sakunya setiap hari,  agar bisa membelikanmu suatu hal yang berguna suatu hari nanti. Dia selalu berkata kepada teman-temannya bahwa dia sedang menyukai seseorang, dan selalu mengajak  teman terdekatnya untuk menemaninya memperhatikanmu dari kejauhan.
Dia sangat mengagumimu. Bahkan didalam sepi, didalam lampu kamarnya yang gelap, dia berdoa kepada Tuhan-nya sambil mengingat kamu. Dia tidak berani menyebutkan namamu dalam percakapannya dengan Tuhan-nya, dan selalu menggantikan objek ‘kamu’ dengan nama ‘orang orang yang kusayangi’, agar kamu termasuk didalamnya.
Dia hanya ingin Tuhan mengabulkan keinginannya, walau terkadang Tuhan hanya membalasnya dengan mimpi yang sempurna.

“Tuhan, kiranya engkau melindungi orang-orang yang kusayangi.”

Dia terkadang bersikap bodoh hanya untuk membuatmu tersenyum. Dia tidak perduli persepsimu kepadanya, karena dia sangat mengagumimu. Suatu hari dia tersadar, bahwa selama ini dia hanya membuang-buang waktu saja. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mendekatimu lebih intensif lagi, namun dia membutuhkan lebih banyak keberanian. Dia sadar jika dia tidak bisa mendekatimu, hal itu akan disesalinya seumur hidup, disaat kamu dan dia sudah terpisah sangat jauh. Dia hanya ingin bersamamu, tidak lebih dari itu. Namun dunia seringkali menyuruhnya tetap diam, dan bersembunyi. Dia menganggap dunia itu jahat, Aiara.

Aku mengatakan padamu memang benar untuk tidak terlalu memercayai dunia sepenuhnya, tapi kamu masih bisa menemukan beberapa orang didalamnya yang tidak seperti Dunia. Mereka tidak suka melakukannya, dan kadang-kadang memiliki keadaan yang sama sepertimu.

Mereka adalah orang orang yang enggan menceritakan mimpi-mimpinya pada orang-orang. Karena mereka tahu, Dunia tidak akan duduk manis begitu saja mendengar tangisan mereka, opini mereka, serta mimpi mereka yang tidak sempurna itu. Mereka mengharapkan dunia memberi tanggapan positif atas keluhan mereka, tapi Dunia selalu berkata lain.

Dunia selalu berkata lain, Aiara.

Aku pernah mengatakan padamu, Kamu bisa percaya padaku. Bersandarlah dipundakku, jika kamu memiliki masalah, dan kita bisa menyelesaikannya sampai kita lupa akan waktu. Namun kadang, saat kamu mempunyai sesuatu yang terpendam dihatimu, sesuatu yang ingin kamu ungkapkan segera, kamu (selalu) memilih untuk mencari orang-orang yang kamu anggap bisa. Tetapi mereka bersembunyi, Aiara. Mereka hanya mau mendengarmu, namun tidak memahamimu. Lalu mengapa kamu tidak datang mencariku? Aku tidak pernah bersembunyi darimu, Aiara, walaupun Dunia kadang menawarkan tempat persembunyian yang sangat luas, semata-mata untuk bersembunyi darimu.

Aku tidak seperti mereka, Aiara. Aku adalah salah satu dari ‘Mereka’ yang kumaksudkan tadi. Aku tahu Dunia tidak akan bisa menahan kantuknya sejenak untuk mendengarkan ceritaku, tangisku, perasaanku yang tak bisa dipahami. Aku terkadang bersembunyi dari mereka yang juga bersembunyi dariku. Aku tak ingin melihat wajah mereka yang seringkali menatapku dengan tatapan paling asing yang pernah mereka miliki. Mereka jahat, Aiara.  Mereka hanya mampu mendengar.

Bibir mereka seolah-olah telah terjahit.

Otak mereka sudah dibekukan oleh pikiran mereka sendiri.

Hati mereka sudah dipenuhi oleh ego dan keinginan mereka sendiri.

Mereka hanya melakukan hal yang menurut mereka benar.

Mereka hanya terdiam.

Duduklah yang manis disampingku, Aiara. Dan dengarkan mimpiku.

Mimpiku adalah untuk memilikimu. Tuhan tahu itu. Teman terdekatku tahu itu. Semua teman-temanku yang pernah kuceritakan tentang dirimu, juga tahu itu. Aku adalah orang yang tidak pernah kamu duga keberadaannya. Aku tidak tahu mengapa diriku sangat mengagumimu, karena aku sangat menyukai kesederhanaan. Itu alasan aku memilih kamu. Memilih kamu untuk melengkapi mimpiku yang sempurna, menjadi semakin sempurna. Kuharap kamu juga memilih aku untuk melengkapi tangismu, candamu, opinimu, menjadi sebuah kenyamanan, kesempurnaan.

Aku tidak tahu mengapa tanggal 20 Februari terasa begitu istimewa bagiku, Aiara. Itu karena aku memilikimu. Karena memilikimu adalah mimpiku. Tuhan tahu mimpiku sempurna, olehmu.

image

Setiap hari aku akan bersyukur karena kamu ada bersamaku. Hadiah yang Tuhan berikan bagiku.

I’m gonna love ya, like no one could. Ya, Aiara. Aku akan mencintaimu seperti tak ada seorangpun yang bisa melakukannya. I’m gonna hold ya, when no one would. Tentu saja, Aiara. Aku akan memelukmu, ketika tak ada seorangpun yang akan memelukmu. I’m gonna love ya, i know i could. Aku kan mencintaimu, aku tahu aku bisa. Karena aku bersumpah, kau begitu layak.

Sekarang dengan tangan terbuka, maukah kamu berbagi mimpimu, bahkan disaat semua orang bersembunyi? Maukah kamu berbagi tangismu, opinimu, candamu untukku, bahkan disaat semua orang tidak bisa memahamimu dan hanya bisa mendengarkanmu?. Aku percaya suatu hari kita akan terbiasa dengan suasana ini, dimana kamu bisa menghabiskan waktumu bersamaku, tanpa ada lagi rasa canggung. Disana tidak ada kata akhir, disana tidak ada juga perpisahan.

Tuhan tahu itu, namun Dunia tidak mengetahuinya.

Aku harap Dunia akan merasa iri akan kisah kita.

Iklan

22 pemikiran pada “Share Your Dreams Where Nobody Hides

  1. Hallo bro Pieyterm. Udah lama bgt gue gak mampir di sini. Maklumlah, lagi sibuk berbenah blog. 🙂

    Wah… sekarang genrenya udah syahdu gini, ya. Emang, sih. Pada akhirnya semua orang akan kembali menikmati apa yg sebenarnya bisa ia nikmati.

    Ngebaca ini, seakan gue bener-bener diajak ngerti betapa besarnya mencitai Aiaramu. Yakin, deh. Aiara pasti seneng banget, ada orang yang begitu mencitainya. Semoga dia baca, ya.

    Suka

  2. Woh, baru paham gue kalo Aiara itu nama orang asli. Soalnya jarang ada orang yang punya nama cantik itu. Keren banget ini gaya tulisannya. Sampe nggak bisa ngomong apa-apa. Moga Aiara baca ini. Semoga beruntung..

    oh iya, salam kenal ya peyterm. See ya.

    Suka

    1. Aiara itu bukan nama asli. Dianya aja yang suka nama itu. Jadi aku samarkan nama dia jadi Aiara. Biar dia gak ilfeel kalau aku taroh langsung nama aslinya. Aiara udah baca kok 🙂

      Suka

  3. Mustika Aira Sirait?
    Apakah kamu mendengar dan membaca ini? Ini sungguh tulisan yang menakjubkan.
    Mungkin jikalau aku sebagai AIRA mungkin aku langsung jatuh hati pada tulisan ini, Tapi sayangnya aku bukan.

    Keren kata2 ini “Aku sangat menyukai kesederhanaan, itu alasannya aku memilih kamu” Bener2 so sweet

    Suka

    1. Karena aku sadar, aku bukan siapa siapa, aku tak ingin memasang standar yang terlalu tinggi. Entah kenapa hati ini memilihnya. Aku tahu cinta memang tidak butuh alasan. Tapi aku sangat menyukai kesederhanaan, itu alasannya aku memilih dia.

      Suka

  4. Semoga aira tahu kamu nulis ini.
    Selain sweet ada keberanian yg tersimpan. Keberanian biar publik tahu soal aira.
    Udahlah yg nulis keren banget!

    Suka

  5. Pasti yang menulis ini pakai perasaan. Selalu mengerti sama orang yang dicintainya. Tidak pernah mencoba meninggikan egoisnya. Sekali dilukai pasti dibalas dengan doa untuk kebaikkannya.
    Hei bro, gue suka kata-kata ini “aku sangat menyukai kesederhanaan. Itu alasan aku memilih kamu.”
    Kata yang begitu mendalam, dan juga artinya yang begitu sederhana.
    Semoga penulis ini mampu bertahan apabila selalu diabaikan, selalu ditinggalkan.

    Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s