Der!

Gue putus. Putus asa? Bukan. Putus nafas? Itu mah, mantan gue yang berharap gitu. Ya jelaslah putus cinta. Gak mungkin aja gue nulis postingan ini pas gue baru jadian. Bisa-bisa gue jomblo lagi, saat ini juga. Dan kembali ke dunia gue yg seperti dulu. Homo

Sebelum gue membahas topik ini,  pastikan lo memang memiliki niat untuk move on dari mantan, karena jika lo gapunya niat, apa yang akan elo baca dari awal hingga akhir postingan ini, engga bakalan ada manfaatnya.

Tapi, hal yang paling penting lo tau, dan harus elo pastikan keberadaannya, adalah LO HARUS PUNYA MANTAN.  Der!

(Ciee, yang nyesek keinget mantannya)

(Ciee, yang senyum senyum sendiri)

(Ciee, yang kzl dan zbl, pengen ninggalin blog, tapi masih pengen baca)

(Ciee, nungguin yah??)

Oke langsung aja, kita bahas postingan ini. Karena gue tau, menunggu itu ga enak. Apalagi nungguin dia yang ga pasti. Kayak lo yang lagi nungguin dia. Iya lo! Yang lagi baca.

(Ciee, yang ketawa lagi)

Oke deh.  Kita mulai aja.

Mantan. M-A-N-T-A-N.

Kadang si doi memang jadi pujaan hati ketika masih berpacaran. Untuk mengungkapkan rasa sayang, kedua insan berbeda jenis inipun saling memanggil kekasih mereka dengan variasi panggilan. Beb-bebeb, yang-ayank, dinda-adinda.

Tapi semuanya berubah saat negara api menyerang.

Pas udah jadi mantan, panggilannya jadi serem serem amat. Almarhum-almarhumah, anj*ing-anjingan, dsb. Makhluk yang punya kenangan sama lo ini perlu dilupain dengan cara sebagai berikut.

  1. Berterima Kasihlah padanya.

Apa apaan ini? Setelah diberi luka, disakiti, dikhianati, kok bilang terimakasih segala lagi sama mantan? Mungkin begitu  pikiran lo semua. Iya, sejahat apapun  mantan kita, perlu juga berterimakasih atas semua pengorbanan waktunya untuk kita. Iya kalau mantan lo mau meluangkan waktu untuk lo. Lha, Gue? Pacaran sama doi selama 2 minggu, jalan gak pernah, diajak jalan banyak alasan, belum pernah enak-enak (Jangan ngeres lho). Njir , gue kok jadi curhat.

Maksud gue gini.

Gue sangat berterima kasih sama doi karena dia akhirnya mutusin gue. Bahkan, rasa senang yang gue alami saat baru jadian sama doi, sama dengan perasaan senang pas gue diputusin sama dia. Kenapa bisa gitu yah?

Ibaratnya begini. Sebelum gue jadian dan diputusin sama doi, gue hanya bisa buat satu postingan blog di tahun 2016. Liat gue sekarang. Gue jadi lebih produktif dengan 2 postingan andalan gue. Bahkan reader blog gue udah mencapai 6000 view!

Doi memberikan gue inspirasi untuk berkarya, dan itu salah satu hal yang perlu gue katakan terima kasih untuknya. Saking berterima kasihnya, gue pengen meluk dia dengan erat sekarang juga. Tapi apa daya, dia bukan siapa siapa lagi. Jadi, apa yang bisa lo syukuri saat elo diputusi mantan lo?

  1. ‘Musnahkan’ dia dari kehidupan lo.

Gue tau lo lagi sedih, tapi ingat, Kata ‘musnahkan’ yang rlo pikirkan bukan berarti nge-headshot dia, atau ngirim paket bom kerumahnya pake jasa OK-JEK. Inget ya jangan lupa nonton OK-JEK di NET TV. Njir lagi, gue jadi promosi.

Walaupun berat, tapi ini memang langkah wajib biar elo gak keingetan lagi sama sang mantan. Yang elo lakukan adalah hapus kontak Sosmednya, kalau perlu blokir sekalian, biar dia ga bisa ngeadd atau kirim pesan, manatau dia nyesal atau ngajak balikan. Kalo elo biarin dia terus berkontak sama lo, lo seolah merasa gak bebas update apapun di timeline, karena takut dia nya jadi kepedean. Dan fatalnya, elo malah jadi pengen ngestalk dia terus, dan proses move on akhirnya jadi gagal total. So, hapus semua kenangan dirinya! Der!

  1. Intropeksi Diri.

Coba lah bertanya pada rumput yang bergoyang, mengapa dia bisa segitu teganya mutusin elo. Padahal elu udah merasa diri lo ganteng/cantik,  kaya, dan cakep. Ga masuk akal aja kalo dia mutusin lo. Tapi, kalau dia mutusin lo karena elo jelek, mantan lo gak salah. ELO YANG SALAH, dan GUE JUGA SALAH. Lho kenapa? Iya gue juga jelek.  (Ciee, yang samaan. Apakah ini yang namanya jodoh?)

Serius. Maksud gue gini. Ya gitu.

  1. Singkirkan semua barang pemberiannya.

Buang semua barang yang pernah dia kasih sama elo. Karena setiap kali lo ngeliat barang pemberiannya, ingatan lo akan otomatis flashback dan mengingatkan tentang dia lagi, mulai dari perjuangan dia untuk memberikan barang itu, serta ekspresi wajahnya saat menunggu reaksi elo menerima barang itu. (Ciee, yang baper)

Tapi, pastiin dulu elo pernah dikasih barang sama dia. Karena jika lo gak punya barang pemberian dia, dan elo masih membaca tulisan ini, itu sama sekali tidak berguna. Supaya lo bisa memenuhi langkah ke-4 ini, mending elo balikan lagi sama dia, minta barang dari dia, (bukan barang yang itu, itu masa depannya brayy), dan ketika lo berhasil mendapatkannya, elo minta dia mutusin elo, atau lo yang mutusin dia. Der! Selamat, elo bisa ngelakuin langkah ke-4.

  1. Lakukan hal yang elo suka.

Ini adalah langkah yang bisa mengalihkan pikiran elo dari dia. Ya, setidaknya melupakan dia untuk sejenak. Ini bisa menyibukkan elo dengan aktifitas ringan, sekedar jadi pengalih perhatian aja. Supaya bisa betul betul melupakan dia? Biasakan diri dengan melakukan hal-hal itu. Mulailah dengan melakukan hobi lo, yang sempat terkekang selama pacaran sama dia.  Tapi, jangan elo melakukan hobi yang dia juga suka, dan yang pernah kalian lakukan bersama, hingga mengingatkan lo kembali sama dia.

Ingat. Hal yang elo suka. Bukan hal yang buat elo enak. Tapi kalau elo melakukan hal yang elo suka, dan itu juga membuat elo enak, itu terserah lo, dan diluar kendali gue. Tapi tenang, gue juga suka kok.

Gue terlalu ngeres yah. Maksud gue gini.  Ya gitu.

(Ciee yang udah bisa nebak)

  1. Habiskan waktu bersama orang terdekat lo.

Make a quality time. Itu istilahnya. Artinya elo harus memperbanyak waktu bersama mereka yang lebih peduli pada diri lo. Mungkin saat lo lagi pacaran sama doi, quality times lo bersama teman-teman lo jadi berkurang. Padahal mereka selalu ada saat elo lagi sedih, dan berhasil membuat lo tersenyum lagi. Setidaknya kenangan lo bersama teman lo, enggak fake, alias palsu.

Pertanyaannya gini aja. Untuk apa memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita juga?

(Kayak kisah gue sama mantan gue. Gue gak nyangka, semua hal yang gue lakuin bersama dia, ternyata fake. Njir lagiahh, curhatt lagi, curhat lagi)

  1. Cari yang baru

Salah satu cara yang paling efektif untuk move on, adalah jatuh cinta lagi. Sengaja gue letakin cara paling efektif dibagian akhir, karena diakhir itu bukan diawal. Ketika elo mencoba untuk jatuh cinta lagi, itu adalah cara lo untuk menyembuhkan luka. Tapi jangan elo memutuskan untuk jatuh cinta, semata-mata itu hanya pelarian, dan pelampiasan.

Itu hanya akan membuat hubungan lo menjadi lebih parah, andaikan pacar baru lo tau kalau dia cuma dijadiin pelampiasan. Kalo belum siap jatuh cinta lagi, mending nunggu saat yang tepat aja deh.

Carilah orang yang menurutmu bisa membuatmu merasa hidup lagi. Ingat! Yang hidup itu perasaan lo, bukan barang lo. Satu lagi, cari pacar jangan yang sejenis, atau sedarah, karena itu tidak akan membuat lo hidup. Cari pacar yang sederhana aja, gausah terlalu cantik atau ganteng. Cari aja pacar yang secantik Chelsea Islan, atau seganteng Zayn Malik. Udah cukup kan?

Oke, intinya lo harus move on. Life must go on. Elo gak bisa membiarkan hidup lo terpuruk seperti ini terus. Mantan memang harus dilupakan, tapi dia tetaplah bagian dari sejarah hidup lo. Semua ini pasti ada maknanya. Walaupun dengan membaca postingan ini, elo tidak mendapatkan makna apa apa.

Kalo lo merasa terhibur, berarti gue berhasil untuk mengajak kalian untuk moveon dari mantan kalian.

 

 

 

Iklan

12 pemikiran pada “7 Hal Yang Mesti Good People Lakuin Untuk MOVE ON

  1. Nomor 1 itu benar-benar cocok dah buat lo. Karena kalau lo gak putus sama mantan lo. Postingan ini mungkin gak ada. Hahahahahhahaha. Karena menurut gue cara lo untuk ngelupain dia untuk sejenak dengan menulis tulisan diatas. Gue salah? Yaudah, cowok memang selalu salah.

    Kalau dari gue untuk melupakan mantan itu agak susah. Seperti yang lo bilang Musnahkan dia. Untuk blokir aja gue gak bisa. Yah gue cuma bisa melupakan sejenak dengan bermain game. Cari yang baru? Kalau ada yang mau sama gue -_-

    Suka

  2. oke.semua caranya gue setuju banget.

    cuama ada satu hal yg gue kurang setuju. yaitu “Singkirkan semua barang pemberiannya.”

    duh… gua mah maen logika aja ya.. pernah dikasi cincin emas.. lumayun hampir sejeti harganya… ga gue singkirkan. malah gue jual. hahahha

    tp klo barang2 yg kecil kek sepatu, tas bisalah dikasinke org. asal jgn d buang. mubazir menurut gue.

    membuang / membakar barang dr mantan itu emosional. ga baik.

    tp klo foto atau boneka, bolehlah d bumi hanguskan alias d bakar aja. hehehe

    Suka

  3. Ah ini mah cara move abg labil. Gue gak butuh kayak gitu untuk move on. Eh sebentar. Gue gak punya mantan. Jadi ngapain repot2 untuk move on ya.. haha

    Tapi bahasa lo anjir bgt bang, hahaha
    Gara2 di putusin pacar bisa produktif posting. Haha

    Suka

  4. Mungkin aku bakal pratekin yg no. 1 deh, berterimakasih sama mantan yg udah ngasih pelajaran berharga.
    Kalau nomor2 selanjutnya belum sanggup, ada aja yg bikin inget sama mantan. Tapi biarlah aku lampiaskan dalam doa, biar lebih afdol dan faedah

    Suka

  5. Hahaha… Ngenes amat bro, baru jadian 2 minggu terus putus, itu sih bukan pacaran namanya, tapi khilaf hehe :v

    Btw, gue suka pembahasan dari poin-poin biar bisa move on diatas, gokil. Tapi gue kurang setuju konsep move on “melupakan mantan”. Seperti kata pepatah, “kalo kuku tangan panjang, yang dipotong kukunya, bukan tangannya”. Konsep move on menurut gue “lupain perasaannya, bukan orangnya”.

    Suka

    1. Ini nih, contoh komentar yang gue demen banget. Ini nih. Iya, gue salah dalam pemakaian kata melupakan orangnya, tapi yg seharusnya dilupakan itu kan perasaannya. Temen, tetap jadi temen biasa aja kan.

      Thanks yah udah komen 🙂

      Suka

  6. Karena gue juga pernah putus yg berarti mau nggak mau gue juga harus move on, gue setuju lah sama lo. Lakukan hal hal baru dan kesibuka baru juga buag meredam rindu dan mengalihkan perhatjan.kalau gue juga sekalian pergi yang jauh, merantau misalnya..karena kta bisa tinggal dj tempat hg bnr bnr baru, yg nggak ada dia sama sekali..semoga berhasil ya..cman kalau musnahkan semua barang dia gue nggak setuju sih, kasihan dlu yg beliinnya, pake uang. Hahahaha

    Suka

    1. Iyaa. Barang pemberian mantan disimpen aja sih, kalau punya nilai yang cukup mahal. Setuju juga sama kakak. Kasihan yang beliinyaa Toh dia dulu kan pernah juga jadi bagian hidup kita

      Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s