Tolong tekan tombol play, sambil membaca ini.

Dentingan piano yang dimainkan oleh Mozart dan Bethoven, membawa kedamaian di pagi hari. Burung-burung gereja yang hinggap di atas atap, bersiul-siul sambil menyanyikan lagu rindu.

Aku mendambakan ada kesejukan didalam dekapan yang lembut, dengan bantal gulingku—saat aku terlelap dengan pulas, hingga terbaring bebas di hamparan padang rumput yang hijau, menikmati cahaya matahari sore dibawah rindangan pohon. Aku ingin setiap mimpiku ada kebahagiaan, ada kenyamanan, serta segala kenikmatan dunia didalam genggamanku.

 

Tapi aku tahu itu semua tidak berarti, tanpa…

Kau tahu betapa indahnya jika hidup dalam kebahagiaan. Keadaan dimana semua orang seolah-olah memiliki mimpi yang sama denganmu—mencari kebahagiaan dalam hidup. Mereka saling tertawa didalam setiap kalimat canda, merasa senang didalam setiap ucapan bahagia, dan saling mendapatkan maaf jika salah satu diantara mereka melakukan kesalahan.

Aku sudah mendapatkan kebahagiaan. Aku sudah mendapatkan canda tawa dengan siapapun yang kukasihi. Aku hampir mencapai tahap akhir dalam pencarian kebahagiaanku dalam hidup, yang kutahu itu tak akan pernah berakhir. Setidaknya aku, sudah bahagia. Namun hanya satu yang belum kumiliki.

KAU TAHU SEMUANYA TIDAK BERARTI APA-APA, SEBELUM AKU MENDAPATKAN KATA MAAF DARIMU.


Kau hanya belum mengerti aku. Ini yang pertama kalinya dalam hidupku, aku merasakan cinta. Kau seharusnya paham, karena hanya kaulah wanita pertama yang pernah memiliki hatiku. Semuanya tentangmu, apapun tentangmu, segalanya tentangmu, membuatku bahagia.

Itu bukan tragedi. Karena setiap hubungan tidak selalu berjalan dengan mulus. Rintangan datang satu persatu menerpa kita. Kita mencoba untuk bertahan. Tetapi gagal.

Kita memang tidak memiliki niat untuk mempertahankan.

Aku tahu sebenarnya hubungan kita hanya se-simple  ‘Aku mencintaimu, ternyata kamu tidak begitu. Kamu memutuskan untuk berpisah dengan sebuah alasan, dan aku harus menerimanya. Kita mengucap janji untuk saling menjaga diri, dan saling berharap agar kita menemukan sosok yang lebih baik dimasa depan. Kita tidak bermusuhan, namun tetap menjadi seorang teman. Karena kita tahu, kita tidak ingin merasa kehilangan’

Aku sudah mengatakan padamu. Kau hanya belum mengerti aku. Semua yang kau lakukan padaku, seolah olah itu adalah hal paling penting untukku. Kau membalas pesanku dengan cepat, itu momen yang sangat luarbiasa. Kau tertawa saat aku menyapamu, itu terlalu luar biasa untukku. Namun disaat kau menyakitiku, aku merasa seolah-olah itu adalah luka yang sangat dalam. Padahal, andaikan kau itu hanya sebatas teman, kau menyakitiku, itu hal yang biasa saja.

Aku tidak pantas lagi untuk dimaafkan? Tepat sekali. Orang seperti apa lagi yang mau memaafkan manusia bejat sepertiku. Aku sudah terlanjur melukaimu. Lebih tepatnya, menghancurkanmu. Hingga kamu mengatakan, kau tak ingin lagi menatap wajahku yang hina ini.

Tapi aku tidak perduli lagi persepsimu padaku. Kau tahu aku sangat bodoh dalam mengambil keputusan cepat. Aku hanya ingin meminta maaf.

Maafkan aku karena berlagak seolah-olah akan melemparkan kerikil padamu, saat pulang sekolah kemarin. Aku mengaku kalau aku bodoh

Maafkan aku yang terlalu mengekangmu.

Maafkan aku yang terlalu membuatmu merasa terpaksa mencintaiku.

Aku hany ingin kita kembali seperti dulu. Seperti dulu.

Kau bisa anggap aku pengecut, karena beraninya meminta maaf lewat curhatan di postingan blog. Dan bukannya meminta maaf langsung padamu.

Tapi aku sudah katakan, aku tidak perduli lagi persepsimu untukku.

A k u h a n y a i n g i n m e m i n t a m a a f, Aiara.

image

Kalau alunan musik masih mengalun saat tulisan ini berakhir, anggap saja itu waktu untukmu untuk memaafkanku.

 

Iklan

24 pemikiran pada “S o r r y

  1. Ah. Ini cerita kenapa kaya apa yang gue rasakan sekitar 2 minggu yang lalu. Gue melakukan hal bodoh yang membuat Bunga(samaran) sampai benci sama gue. Bahkan dia gak mau natap gue. Gue udah minta maaf, hanya keheningan yang gue dapatkan.

    “Tetap percaya dengan waktu, hingga tunggu waktunya tiba” quote yang ada dipostingan gue. Seperti yang bang pie bilang kita gak bisa maksa dia untuk dekat dan bahkan untuk jatuh cinta dengan kita. Biarkan dia yang memutuskan. #Baper

    Disukai oleh 1 orang

    1. Berarti kita mearasakan hal yang sama, ketika kita ingin meminta maaf, tapi terkendala beberapa hal. Kalo gue, dia rasanya gak pantas lagi maafin gue, karena gue udah terlanjur menyakiti doi. Iya sih bener kata lo, kalau kita mesti percaya dengan waktu.

      Thanks yah udah komen 🙂

      Suka

  2. Jadi terbawa suasana..
    Musiknya cocok banget sama tulisannya..
    Ngak papa sih minta maaf lewat tulisan di blog, tapi saranku nih ya datang dan temui orangnya langsung untuk minta maaf.. supaya dia tau kalau kamu bener-bener serius dan tulus minta maaf ke dia.. 🙂

    Suka

    1. Gue sih niatnya begitu. Tapi gue merasa dia gak akan lagi maafin gue. Apalagi semua teman-temannya udah terlanjur membenci gue. Kalo tulus, gue sangat pengen minta amaf sama dia. Gue benci sama gue sekarang yang gak berani minta maaf lansgung ke dia.

      Suka

  3. kayaknya masalah sama aira belum selesai ya? sampai kamu curahkan di postingan.
    mungkin berat tapi bukannya usaha berbicara sama dia lebih baik daripada kamu galau g jelas. mungkin dia g mau bicara sama kamu, tapi lebih baik berusahalah terus supaya kamu bisa mengucapkan maaf langsung dihadapannya. semoga masalahmu dengan aira cepet selesai ya

    Suka

  4. Yah yang penting sudah menyampaikan maaf, dimaafin atau nggak urusan nanti. Aiara ini orangnya penting banget buat si “aku”

    Semoga Aiaranya cepet sadar kalau ada orang yang rela berbuat apapun demi dia 🙂

    Suka

  5. What a same condition, bro. Keadaan gue, lo dan Aggane kok sama ya? :p. Disaat gue pengen minta maaf, tapi kendalanya sangat banyak. Jangankan untuk minta maaf, sebelumnya saja kita selalu salah dihadapannya. Ini ibaratnya maju kena, mundur kena.

    Namun, jika kau tak lagi menganggapku seperti dulu lagi, itu tak apa. Yang penting, walaupun kau menganggapku hanya sebagai teman, dan gak lebih. Hmm, sorry.

    Mungkin kalo ini Aiara, kalo gue seseorang yang berada disana, entahlah gue tak mengerti.

    Suka

  6. terkadang apa yang sudah dilakukan dan merubah sesuatu, sukar untuk kembali seperti semula lagi. nggak apa-apa mint amaaf di postingan blog, setidaknya ada perasaan “ingin” yang tertahan. kalau meman gbegitu adanya, semoga alunan musik itu cepat berakhir ya. jangan menjadi alunan yang abadi~

    Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s