Film ini termasuk film layar lebar yang paling gue tunggu-tunggu sejak dulu, semenjak gue menjadi pembaca setia novel serial Assassin’s Creed yang terlebih dahulu sudah dirilis. Film ini sekaligus menjadi film terakhir yang telah gue saksikan di bioskop tahun 2016 yang lalu. Mengapa ini menjadi film terakhir? Mungkin teman-teman sekalian yang belum tahu, bisa baca review film yang gue tulis sebelumnya di

Review Film Batman V Superman | Review Film Captain America : Civil War

Jujur saja, film yang disutradarai oleh Justin Kurzel ini memang jadi kabar bahagia bagi penggemar serial game Assassin’s Creed. Bagi mereka yang juga sering memainkannya di laptop atau komputer, dan para penggila serial novelnya. Dan jujur saja, gue tidak terlalu suka bermain game, dan lebih memilih untuk menikmati cerita Assassin’s Creed melalui novel-novel serial Assassins karya Oliver Bowden. Salah satu novel Assassin’s Creed yang sudah gue baca hingga habis ialah Assassin’s Creed ‘Forsaken’ yang bisa kalian baca ulasannya di sini.

1

(official facebook fanpage)

A beautiful cinematic experience

–Andrew Freund

Dengan dirilisnya film ini, mungkin pihak Ubisoft belum puas dengan pencapaian luar biasa yang mereka raih dari hasil penjualan game, dan selanjutnya mereka berniat untuk mengangkat cerita asli Assassin’s Creed dari novel serta display dari gamenya kedalam sebuah film layar lebar. Film ini akan diatur dalam alam semesta yang sama dengan video game dan memiliki cerita asli yang mampu memperluas mitologi seri. Film ini sudah dirilis pada 21 Desember 2016 yang lalu di Amerika Serikat, dan beberapa hari setelahnya akan rilis di Indonesia.

Langsung saja pertama-tama gue akan membahas identitas film ini.

IDENTITY OF FILM

df-00523-resize-gallery-image

pic: Callum Lynch (from assassinscreedmovie.com)

ORIGINAL SYNOPSIS

Through Abstergo a company that creates a revolutionary technology that unlocks his genetic memories, Callum Lynch (Michael Fassbender) experiences the memories of his ancestor, Aguilar de Nerha (Aguilar Of Nerha), in 15th Century Spain. Callum discovers he is descended from a mysterious secret society, the Assassins and Templars, and amasses incredible knowledge and skills to take on the oppressive and powerful Templar organization in the present day. Written by 20th Century Fox

SINOPSIS

Callum Lynch adalah pria dengan masa lalu yang kelam. Ini membuat sosok dewasanya menjelma menjadi sosok agresif yang tak ragu membunuh. Pada akhirnya, satu pembunuhan yang ia lakukan membuat dia dijatuhi hukuman mati.

Tapi Lynch tidak mati. Dia justru diseret ke fasilitas Abstergo, di mana ia dihubungkan dengan mesin canggih Animus untuk melihat sepak terjang terakhir Aguilar, Assassin leluhurnya. Apakah Lynch akan menjadi penerus darah Assassin yang mengalir di dalam tubuhnya? Ataukah ia justru akan menghancurkan segalanya?

Detail Cast and Crew Film Assassin’s Creed (2016)

Genre : Action, Adventures
Produser : Ubisoft
Sutradara : Ubisoft
Penulis : Justin Kurzel, Adam Cooper
Pemain Film :
Michael Fassbender (Callum Lynch, Aguilar Assassins)
Brendan Gleeson (Ayah Lynch, Asssassin)
Marion Cotillard (Sophia Rikkin, Kepala Penelitian Animus, Templar)
Jeremy Irons (Alan Rikkin, Ayah Sophia, CEO Animus, Templar)
Michael K Williams (Moussa, Assassins)
Prancis Ariane Labed (Maria, Assassins)

assassins-creed-onesheet3

pic: official poster (from assassinscreedmovie.com)

Review Film Asssassin’s Creed (WARNING SPOILER!)
(
garis besar cerita ini berdasarkan trailer)

nonton dulu trailernya, biar gak bingung (youtube.com)

Bermodalkan garis besar cerita yang gue dapat ketika membaca serial novel Assassins’s Creed, film ini masih mengangkat tema pertempuran antara Kaum Assassin’s dengan Kaum Templar yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Bayangkan, pertempuran mereka sudah berumur ratusan tahun lamanya, dan masih dibawa hingga dunia modern ini.

assassins-gallery-gallery-image

pic: Lynch dipenjara, dan akan dihukum mati (assassinscreedmovie.com)

Namun dalam film ini, cerita berawal dari Callum Lynch yang diperankan oleh Michael Fassbender yang dijatuhi hukuman mati karena sebuah kasus pembunuhan. Sebenarnya sudah banyak orang yang dibunuh oleh Lynch, namun karena perbuatannya sudah sangat keterlaluan, akhirnya dia dihukum mati dengan cara disuntikkan cairan kimia. Tapi entah mengapa keesokan harinya dia menyadari dirinya masih hidup. Ternyata dia diselamatkan oleh Abstergo dan dia dibawa kesebuah mesin yang bernama Animus. Bagi pembaca novel atau game pada seri Revelation, istilah Abstergo atau Animus sudah tidak asing lagi, karena peralatan canggih ini memegang peran penting dalam rangkaian cerita di dalam novel ataupun game. Mereka yang menyelamatkan Lynch adalah kumpulan Templar masa kini yang masih ada, dan kini banyak bekerja dalam dunia kesejarahan dan penelitian.

df-05268-resize-gallery-image

pic: Lynch berada dalam proyek Animus (assassinscreedmovie.com)

Lewat Animus, mereka memaksa Lynch untuk masuk kedalam raga seorang yang sudah mati ribuan tahun lamanya. Mereka memintanya untuk menemukan sesuatu yang sangat berharga bagi Templar. Dia adalah Aguilar, salah seorang anggota Assassin’s yang sudah meninggal, namun karena Animus, Lynch dapat mengambil alih tubuh Aguilar dan kembali pada masa lalu. Dan saat itu, karena Aguliar adalah seorang Assassin, otomatis Lynch juga menjadi seorang Assassin’s.

trailer versi keduanya tidak kalah keren nih (youtube.com)

Sedangkan kita tahu bahwa Assassin’s sangat bermusuhan dengan Templar. Itulah sebabnya pertempuran mereka sudah hitungan abad lamanya, dan belum terselesaikan. Mesin Animus akan memaksa Lynch untuk terlibat dalam peperangan antara Assassin’s dan Templar yang sudah berlangsung berabad-abad tahun lamanya.

df-08127-resize-gallery-image

pic: Jiwa Lynch berada dalam raga Aguilar (assassinscreedmovie.com)

Sebenarnya dari penjelasan singkat diatas pun, kita tentunya langsung memahami inti cerita yang dibawa didalam film Assassin’s Creed ini. Aguilar adalah nenek moyang dari Lynch, dan pastinya mereka memiliki hubungan darah langsung. Itulah sebabnya Abstergo memilih Lynch untuk masuk kedalam Animus, karena hanya orang yang memiliki darah Assassin’s yang bisa masuk kedalam tubuh Aguilar. Lynch adalah seorang Assassin’s, tetapi perusahaan Animus yang mempekerjakan dia adalah Kaum Templar. Wah, bagaimana bisa Lynch tidak menyadarinya?

assassins-creed-gallery-05-gallery-image

pic: Lynch bersama Sophie, pemilik proyek Animus (assassinscreedmovie.com)

Apakah Lynch sadar kalau sebenarnya dia dimanfaatkan oleh Templar demi kepentingan mereka? Didalam gedung Animus, ternyata ada beberapa orang yang sebenarnya mereka adalah Assassin’s dan berusaha mencegah Lynch berkhianat yang saat itu bekerja untuk Templar. Apakah mereka berhasil menghentikannya? Apakah Lynch akhirnya sepenuhnya dapat melaksanakan tugas yang diberikan Templar padanya, sekaligus mengkhianati Assassin’s– kaum leluhurnya, juga mengkhianati darah Assassins yang mengalir dalam darahnya? Atau malah Lynch mampu sadar bahwa dirinya sedang bekerja bagi Templar dan berbalik melawan mereka hingga akhirnya bersatu kembali dengan kaum keluarganya, Assassins?

Jawabannya akan kamu dapatkan saat menonton filmnya. Jadi gue menulis paragraf panjang diatas untuk menambah rasa keingintahuan kalian tentang film ini, dan memberikan gambaran singkat tentang film ini. Biar kalian semua tidak tanya-tanya sama orang dibangku sebelah, seperti

“Dia siapa sih?”

“Templar itu apa? Assassin itu apa?

“Kok di Gedung Animus ga ada wifi ya?”

Sumpah, itu ngeselin banget.


Kembali lagi ke topik, gaes. Setelah gue nonton film ini kemarin sekitar 3-4 hari setelah launching di Indonesia, gue pulang kerumah dengan rasa kagum dan takjub yang luar biasa, karena setelah sekian lama hanya bisa menikmati kisah mereka dari membaca novel, akhirnya impian gue untuk bisa melihat realisasi dari cerita novel itu diangkat kedalam sebuah film dapat terwujud. Disamping rasa bahagia yang gue rasakan, namun muncul sedikit perasaan tidak puas karena ada beberapa kelemahan yang gue temukan di film itu. Nah, kelebihan dan kelemahan film ini yang akan gue bahas selanjutnya dalam postingan ini.

df-01256-resize-gallery-image

pic: Akting Michael Fassbender sangat bagus (assassinscreedmovie.com)

Sebenarnya aktor serta aktris yang memerankan film ini sudah bagus, serta disutradarai oleh Justin Kurzel yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya dalam menyutradai film lewat kesuksesan film Macbeth yang dibawakannya.

Kelemahan film ini tidak terasa dari awal hingga pertengahan film, karena memang sepanjang itu adegannya sangat oke. Tetapi pendalaman karakter dari fase itu terasa sangat kurang. Sepanjang itu, yang dibahas hanya karakteristik dari Lynch dan leluhurnya, Aguilar. Sedangkan karakter lain yang sebenarnya cukup penting seperti, Maria, sang partner Lynch sangat terasa minim sekali. Padahal Lynch dan doi bertarung bersama-sama melawan Templar dan adegan yang mereka perankan sangat solid, luar biasa dan mengagumkan. Hanya saja, seperti yang gue bilang tadi, proses pendalaman karakternya si Maria dan karakter lainnya sangatlah minim.

assassins-creed-gallery-03-gallery-image

pic: Maria dan Aguilar (Lynch) (from assassinscreedmovie.com)

Hingga ketika tiba saat adegan Maria terbunuh oleh salah satu prajurit Templar, penonton malah tidak merasakan apa-apa. Tidak ada rasa sedih, karena kita sangat sedikit mengenal Maria. Bahkan saat salah satu tokoh antagonisnya meninggal, kita juga tidak merasa bahagia atau puas. Karena film ini tidak menawarkan alasan-alasan mengapa kita harus membenci mereka lewat adegan-adegan yang diperankan. Jadilah film ini sangat membingungkan, karena kurang melekat dengan daya imajinasi para penonton. Jadi kelemahan utamanya, film ini kurang menyatu dengan penonton, padahal peluang film ini menjadi film favorit para penikmat Assassin’s sangat terbuka lebar.

Untuk mengantisipasi itu, ketika menonton film ini, pastikan bahwa anda itu dapat sedikit memahami garis besar yang dibawakan film ini dengan memainkan gamenya atau membaca serial novelnya. Setidaknya untuk mampu membedakan mana Assassin dan Templar sudah sangat bagus.

Juga, selama menonton film ini, pastikan untuk tidak melewatkan satupun scene yang sedang dimainkan, karena mungkin ada beberapa percakapan atau adegan yang mengandung garis besar utama yang dapat dipahami. Disaat lagi nonton dan tiba-tiba pacar kamu nelfon, abaikan aja. Biar dia tahu bahwa rindu itu baik untuk kita, begitu kata Tulus.

Walaupun alur ceritanya terkadang membingungkan, film ini tetap terasa luar biasa dan sungguh sebuah film masterpiece yang pernah ada. Kita akan takjub dibuat oleh adegan bertarung yang luar biasa antara Assassin dan Templar. Tak kalah menarik juga adegan parkour yang dilakukan Aguilar ketika melarikan diri dari kejaran prajurit Templar. Tentunya skill parkour yang ada di film itu jarang sekali ada di dunia modern ini.

Sekali lagi, kita sebagai penonton akan dibuat ingin bertepuk tangan karena alam semesta yang ada didalam film ini dirancang semirip mungkin dengan keadaan asli dalam gamenya. Jadi kita seolah-olah merasa sedang memainkan tokoh Aguilar langsung dalam dunia nyata. Proses pembuatan film ini begitu dipersiapkan dengan matang, dengan bantuan properti yang cukup besar, lalu disempurnakan dengan visual komputer yang memukau. Hasilnya, sungguh sebuah film masterpiece yang menakjubkan.


Memang jadwal pemutaran Assassin’s Creed sendiri sudah lama berlalu, dan gue juga cukup terlambat dalam menuliskan ulasan ini. Tapi tidak ada yang sia-sia di dunia ini, bukan? Tapi bagi kamu yang pengen banget nonton film ini dan punya kocek agak dalam, mungkin kamu bisa beli DVD Blu-Ray langsung di situs Amazon, seharga 23$ atau seharga 307 ribu rupiah. Bisa beli di sini sekaligus gratis pengiriman keseluruh dunia, termasuk Indonesia.

Kesimpulan dari film ini, karakter dan akting yang dibawakan para aktor dan aktris memang sangat baik, hanya saja pendalaman karakter masih sangat kurang dalam film ini. Kabarnya Ubisoft sedang mempertimbangkan adanya sekuel dari film ini, namun masih akan hadir 2-3 tahun lagi.

Bagaimana pendapat kamu setelah membaca review ini? Bagi yang penasaran, bisa dicek bioskop kesayangan kamu, mungkin film ini masih tersedia. Dan bagi yang sudah menonton, apakah kamu setuju dengan review film ini?

Tuliskan semuanya di kolom komentar ya gaes.

Alden Peter

Iklan

13 pemikiran pada “Review Film Assassin’s Creed – Confused but still Masterpiece

    1. Biaya nonton film jaman sekarang sepertinya mahal kali ya. Padahal dulu nonton bioskop itu hal-hal yang orang-orang dari semua kalangan pun bisa memenuhinya. Aneh memang. Tapi mohon bersabar, ini ujian.

      Suka

  1. sebagai seorang gamer (hehehehe) aku cuman tau game assasins creed dari video game aja.

    ini menurutku ceritanya mirip sama game assasins creed pertama, karena plot dan alurnya sama sama kembali kemasa lalu. aku penasaran sama film diatas, nanti aku cari kalau sudah ada resolusi 720p

    Suka

  2. Wah penggemar film action ya. Aku nonton film di TV aja. Atau dikasih temen. Yang sering aku ikutan ya drakor. Hahaha.

    Tapi emang sih penggarapan film luar itu keren banget. Mulai dari kostum, karakter, ceritanya dan pemain juga editing videonya keren.

    Suka

  3. Gue sering denger assassins di game deh. Tapi gak tau klo ada novel dan sekarang filmnya. Keren deh.

    Btw, review lo udah bagus dan menarik bagi gue. Ringkas dan jelas. Eh iya, untuk dapet di DVDnya itu seharga 307 ribu. Lumayan juga ya? Yah… namanya juga karya. Harus begitu. #SOKBIJAK #PADAHALMAHMAUNONTONSTREAMINGNYA 😀 😀

    Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s