Selamat pagi warga Universitas Negeri Medan dimanapun kalian berada. Gue ini salah satu mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris di Unimed, dan baru masuk tahun ini sebagai maba. Abang/kakak kelas yang lagi baca post ini, boleh dong di-share sama temen yang lain, atau bisa follow juga.

Kali ini gue tau apa yang ada dalam pikiran kalian, wahai mahasiswa baru. Atau sekedar memberitahu saja bagi kalian yang belum tahu apa yang terjadi di Unimed sekarang ini, Universitas kesayangan kami telah menerapkan sistem kurikulum baru berbasis KKNI yang sudah berlaku bagi mahasiswa baru pada semester lalu.

Kurikulum baru, petualangan baru tentunya.

Apasih kurikulum berbasis KKNI itu?

Jadi kurikulum berbasis KKNI itu kurikulum yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, sikap mahasiswa Universitas Negeri Medan.

Bukannya semua kurikulum bertujuan seperti itu juga? Apa bedanya?

Nah. Disitulah letak perbedaannya. Kurikulum berbasis KKNI memiliki cara tersendiri untuk membina karakter mahasiswanya. Kurikulum berbasis KKNI ini seperti memiliki kecocokan dengan Universitas Negeri Medan yang memiliki slogan “Character Building University”, sama-sama mengedepankan karakter tiap siswanya.

Kualitas pengetahuan, keterampilan dan sikap mahasiswa Unimed akan ditempa melalui enam cara, dengan memberikan 6 tugas pada setiap mahasiswa. Jadi ada total 6 tugas yang akan dikerjakan oleh mahasiswa dalam satu semester.

Apa-apa saja ke-enam tugas itu?

  1. Tugas Rutin
    Tugas ini berkaitan dengan materi yang dibahas setiap hari. Tugas rutin ini terbilang agak mudah, namun diberikan pada setiap kali tatap muka dengan dosen. Contohnya dalam satu semester ada 16 kali pertemuan. Maka, akan ada total 16 tugas rutin yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa. Tugas rutin ini layaknya PR ketika masa-masa SMA dulu. Jadi pengen balik SMA lagi gue.
  2. Critical Book Report
    Tugas ini mewajibkan siswa untuk membuat sebuah laporan kritik terhadap sebuah buku yang sudah ditetapkan oleh dosen mata kuliah, atau biasanya dosen mempersilahkan mahasiswa untuk mencari sendiri judul buku yang akan dikritik. Seperti resensi buku, namun yang kali ini lebih bersifat akademis, dimana bahasa yang digunakan haruslah bahasa baku, layaknya penulisan karya ilmiah. Lalu laporan itu akan diketik di MS-Word dan diberikan kepada dosen berupa print out.Biasanya dosen mempersilahkan mahasiswa untuk boleh menggunakan buku yang sama, namun dengan laporan yang berbeda. Sudah jelas sekali peraturan di Unimed, bahwa segala tindak plagiarism, copypaste dilarang keras dan akan diberi sanksi tegas apabila ketahuan.Isi dari kritik buku tersebut tersusun dari, ringkasan isi buku, kelebihan serta kelemahan buku, dan kesimpulan. Mirip karya ilmiah, bukan?
  3. Critical Journal Report
    Tidak berbeda jauh dari Critical Book Report, tugas ini mewajibkan mahasiswa untuk mengambil sebuah jurnal yang ditetapkan dosen atau bisa mengambil jurnal sendiri dari internet*. Strukturnya pun tidak berbeda jauh juga dengan format penulisan CBR. Tetap ada ringkasan isi jurnal, kelebihan serta kelemahan jurnal, dan kesimpulan.
  4. Rekayasa Ide
    Dalam pengalaman gue sebagai mahasiswa semester pertama, mungkin ini tugas paling mudah yang pernah ada. Tugas ini mewajibkan mahasiswa untuk membuat sebuah penyelesaian, menciptakan solusi atas sebuah masalah. Jadi kita sebagai mahasiswa dituntut untuk menawarkan solusi, kreatif menciptakan ide, dan mampu menerapkannya ketika sudah lulus nanti. Tugas ini memiliki format laporan yang berbeda tiap dosennya, tetapi mungkin sama saat penulisan ‘Ide yang sudah disiapkan’ dan ‘Manfaat Ide” itu.Indonesia butuh orang kreatif, dan Unimed menjawabnya dengan menerapkan tugas Rekayasa Ide ini untuk menghasilkan ide-ide dan gagasan yang segar demi kemajuan pendidikan Indonesia. Bayangkan saja, dalam satu semester akan ada satu ide yang dihasilkan dari Tugas Rekayasa Ide ini. Oleh satu mahasiswa, dalam 4 tahun/8 semester, maka akan ada 8 ide yang dihasilkannya. Estimasi ada total 2500 mahasiswa baru angkatan 2016, jika dikalikan dengan 8, maka dalam waktu 4 tahun saja, Unimed akan menghasilkan  lebih 20.000 ide dan gagasan baru oleh mahasiswa nya. Warbyazaaahh, bukan?
  5. Mini Research
    Tugas ini mewajibkan mahasiswa untuk membuat sebuah penelitian kecil-kecilan terhadap sebuah masalah, dan berusaha memecahkannya dengan mencari solusi. Mini research menggunakan rumusan masalah, hipotesis, dan penyelesaian masalah dalam struktur kepenulisannya. Kita bisa mencari masalah yang bisa dipecahkan, dan memaparkannya dalam laporan berupa tulisan. Ada beberapa dosen yang menganjurkan mahasiswanya untuk turun langsung kelapangan dalam penyusunan tugas ini, terlebih dalam proses pengamatan masalah.
  6. Project
    Tugas ini biasanya bersifat opsional, dan tergantung kepada kebijakan sang dosen mata kuliah itu sendiri. Intinya hampir sama dengan rekayasa ide, yakni menciptakan sesuatu yang baru dengan bermodalkan apa yang telah dipelajari selama satu semester. Maka biasanya deadline pengumpulan tugas ini sering sekali ditagih ketika pertemuan akhir, yakni pertemuan ke-16. Karena pengerjaan project biasanya berdasarkan materi yang sudah dibahas sebelumnya.

Wah, luar biasa bukan tugas-tugas yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa? Jika kita kalkulasikan, ada sepuluh mata kuliah=sepuluh dosen dalam satu semester. Sebaiknya Tugas Rutin dipisahkan dulu, karena memiliki bobot 16 tugas. Ada lima tugas diberikan dosen dikalikan sepuluh mata kuliah, dan hasilnya akan ada 50 tugas.

Setiap dosen memberikan 16 tugas setiap pertemuan, maka jika dikalikan 16 dengan total 10 mata kuliah, akan ada 160 tugas tiap semesternya.

50 TUGAS MATA KULIAH (-TUGAS RUTIN)

+

160 TUGAS RUTIN (16 TUGAS X 10 DOSEN/MATA KULIAH)

=

210 TUGAS DIKERJAKAN MAHASISWA SETIAP SEMESTERNYA


tugass

Ini bukan mimpi, gaes. Ya, ada 210 total tugas yang harus dikerjakan mahasiswa tiap semesternya. Itu hanya satu semester, gaes. Apabila kita kalkulasikan lagi dalam 8 semester atau 4 tahun (waktu kelulusan normal mahasiswa), maka

2 1 0 TUGAS

X

8 SEMESTER

=

1 6 8 0 TUGAS selama 4 tahun kuliah.


Kalo ada yang rada-rada eneg gara-gara baca tulisan diatas, bisa beli kantong muntah di sini

1680 tugas. Semua sisi negatif akan berusaha menjelaskan semua keburukan dan efek buruk dari pemberian tugas itu. Banyak teman-teman gue yang berhubung dia itu anak kos yang terbatas  keuangan, mengaku sangat kewalahan dengan kurikulum baru ini, karena harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya rental*+print+kertas dalam pengerjaan tugas itu.

Belum lagi gue selalu begadang sampai nyaris fajar tiba demi ngerjain tugas yang hampir menyentuh deadline. Selama satu semester yang sudah gue jalani ini, dari susahnya berkoar-koar di grup kelas biar dibagiin e-book yang akan dikritik, indahnya ngerjain tugas bareng di perpustakaan, hingga leganya ketika tugas akhirnya selesai setelah tidak tidur satu malaman, itu semua sudah gue jalani dengan tabah,

Karena gue tahu yang gue kerjakan itu semua tidak akan sia-sia.

Gue adalah salah satu mahasiswa yang beruntung difasilitasi oleh orangtua gue yang tersayang beberapa alat yang mungkin tidak dimiliki oleh mahasiswa lain. Disaat orang lain sibuk bolak-balik pergi ke rental untuk ngeprint, gue dibeliin printer multi-fungsi yang bisa jadi printer, scanner, dan fotocopy.

Disaat mahasiswa yang lain harus minjemin laptop temen untuk ngerjainn tugas dengan jangka waktu yang sangat terbatas, gue difasilitasi oleh komputer sendiri, dan sebuah laptop–sebenarnya bukan laptop gue, melainkan laptop milik mamak gue. Karena mama jarang pakai laptop, jadinya gue terus yang pakai laptop itu.

Disaat mahasiswa yang lain ga tau kemana harus melampiaskan keluh kesahnya atas dunia, termasuk penatnya tugas kampus, gue punya blog pribadi. Dimana gue bisa melampiaskan semua curahan hati gue, keluh kesah gue, dan beruntungnya bakal ada nantinya orang yang bisa memberikan komentar, semangat, dan masukan atas segala pemasalahan gue.

Huh betapa beruntungnya gue.


Itu semua pandangan negatifnya. Jika kita kaji lebih dalam lagi, kita gali lagi apa sebenarnya manfaat dari penerapan kurikulum baru ini, maka kita menemukan tujuan utama dari kurikulum ini hanya untuk menciptakan mahasiswa yang kreatif, terampil, unggul dalam karakter.

kurikulum-kkni-620x330Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd (unimed.ac.id)

Seperti yang dikatakan oleh Pak Prof. Syawal selaku Rektor Universitas Negeri Medan,

Kita mau mencetak lulusan Unimed, yang ketika pengetahuan dan keterampilannya bekerja selalu dipimpin oleh sikapnya. Sebagai contoh, mau menari, itu bagian keterampilan. Ketika keterampilan bekerja, langsung sikapnya bilang, jangan bersikap sombong, begitulah keterampilan itu dituntun

Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd
Rektor Universitas Negeri Medan

Semua tugas yang dikerjakan mahasiswa selama satu semester itu, diharapkan menjadi modal berharga bagi mahasiwa nantinya. Tujuannya ialah pembiasaan. Agar mahasiswa menjadi terbiasa dalam mengerjakan tugas-tugas seperti itu. Hingga ketika akan menulis skripsi nantinya, bukan hal yang susah lagi untuk dikerjakan. Mahasiswa diharapkan akan bisa mengambil judul skripsi yang bervariatif, berkat pengalamannya saat mengerjakan tugas rekayasa ide.

Tentunya saat penulisan tesis nanti, diharapkan tidak akan ada lagi ditemukan kesalahan dalam struktur, karena sudah sangat terbiasa ketika mengerjakan tugas-tugas yang diberikan itu. Mahasiswa akan bisa menulis sebuah karya ilmiah yang berdaya saing tinggi, yang bahkan bisa nanti setara kualitasnya dengan karya ilmiah buatan Profesor sekalipun.

Layaknya CEO, mahasiswa yang kampusnya telah menerapkan kurikulum berbasis KKNI ini bakal dituntut untuk kerja keras, dan tentunya waktu untuk bersenang-senang akan semakin tipis. Keseharian mahasiswa Unimed bakal dihiasin dengan acara baca buku ke perpustakaan, diskusi dengan sesama mahasiswa, dan kegiatan akademis lainnya.

Bakal lebih sering berkutat dengan laptop hingga berjam-jam, berusaha nyari e-book yang bisa dijadikan referensi, jurnal, dan lainnya. Semua yang gue tuliskan ini berdasarkan pengalaman yang gue alami selama 6 bulan lamanya perkuliahan ini, dan tentunya pasti berubah di semester kedua yang sedang gue jalani ini.

Bagaimana cara mengatasi perspektif negatif terhadap kurikulum baru ini?

Sebenarnya kurikulum berbasis KKNI ini sudah sangat baik, dan direncanakan dengan matang. Hanya saja penerapannya yang terlalu terburu-buru tanpa adanya sosialisasi kepada mahasiswanya. Walaupun memang sudah diadakan sosialisasi, tapi terlalu rumit untuk dipahami dan akhirnya hanya mengerjakan seadanya, tanpa memikirkan apa sebenarnya yang harus dikerjakan di tiap-tiap tugas itu.

Semoga saja Unimed dapat mengeluarkan kebijakan pada dosen-dosen pengampu mata kuliah, agar dapat memberikan tugas kepada mahasiswanya secara terorganisir dan terstruktur. Karena ada di beberapa fakultas yang gue jumpai, ketika pertemuan ke 1-6, dosennya hanya mengajar materi kuliah saja, dan sedikit sekali menyinggung tentang keenam tugas itu.

Tibalah 6 pertemuan sebelum akhir semester, mahasiswa pun dibuat panik oleh dosennya karena kelima tugas itu (selain tugas rutin) baru dijelaskan oleh dosen mereka. Akhirnya 50 tugas itu diberikan pada mahasiswa untuk diselesaikan dalam waktu 6 MINGGU SAJA.

Permintaan saya mewakili seluruh mahasiswa baru angkatan 2016 kepada pihak Unimed berikut dibawah ini

-Meminta dosen pengampu untuk langsung menjabarkan semua rincian tugas pada pertemuan 1-4, termasuk memberikan judul buku dan jurnal yang akan dikritik, serta memaparkan secara jelas tata penulisannya, dan tak lupa menetapkan batas deadline YANG WAJAR

Cuma itu doang, karena pemberian tugas sebanyak itu sih wajar dan sejauh ini masih bisa disanggupin. Tapi kalau pemberian tugasnya menjelang jatuh tempo, dan kami dituntut untuk menyelesaikan itu semua dalam waktu singkat, itu bukan tugas mendidik yang sebenarnya.

Akhir kata, gue senang sekali kalau nantinya tulisan ini berdampak baik bagi sesama mahasiswa pejuang KKNI, agar tidak patah semangat menjalani tugas-tugas banyak didepan mata. Gue juga sangat bangga jika bisa mewakili suara mahasiswa dalam mengutarakan pendapat dan keluh-kesahnya.

Semoga tulisan saya bermanfaat,dan kita semua pasti sukses dimasa depan apabila menganggap semua tugas ini bukan sebagai beban, tapi sebagai tantangan untuk menjadi diri yang lebih baik lagi.

Alden Peter

Iklan

38 pemikiran pada “Mahasiswa Pejuang KKNI

  1. Beneran itu 16 kali pertemuan. 16 tugas rutin? Matilah aku :”) Dan itu batas pengumpulannnya 1 minggu? Mending SMA lah kak, 1 minggu itu belum tentu ada PR dari pelajaran yang sama. Palingan mah 2 minggu setelah pembelajaran baru ada tugas. Tapi, sih SMA lebih ke pribadi masing-masing guru.

    Jadi, gak pengen masuk dunia perkuliahan kalau tugas kaya gitu. SMA aja aku udah ngeluh-ngeluh gak jelas. Apalagi pas kuliah nanti. Semoga aja aku siap buat dunia tersebut suatu saat yang akan datang.

    Semangat kak… Nantinya dengan seperti itu kakak udah tahan banting dengan tugas-tugas yang akan mendatang. Karena udah tau kerasnya dunia tugas sebelumnya

    Suka

    1. Ibaratnya Tugas Rutin itu ya seperi tugas rumah pas SMA dulu, cuman bedanya rutin setiap minggu diberikan oleh dosen. Kalau SMA kan dalam seminggu bisa ada dua-tiga kali pertemuan, dan akan ada juga 2-3 tugas juga.

      Tenang aja, gak semua kok universitas yang menerapkan kurikulum KKNI. Setau gue masih Unimed doang yang nerapin kurikulum begitu, dan mungkin beberapa tahun kedepan universitas lain bakalan menyusul.

      Suka

  2. Ini serius serem banget, kok gua ngerasa horror gitu ya? Sebenernya sih tujuannya baik banget, biar ga kaget buat nyusun tugas akhir, tapi kalau deadlinenya mepet sih udah kelar aja hidup.

    Ga tau untung atau rugi tapi kampus gua belum menerapkan sistem ini, keuntungan kali ya buat mahasiswanya. Gua sebagai maba ikut merasakan kekagetan saat tugas kuliah menyerang :))

    Dan untungnya fasilitas yg ortu lu kasih lengkap, seengganya beban idup berkurang dikit. Mangatz sampe nanti lulus, ada 1621 tugas yg menantimu!

    Suka

    1. Gak horror amat lah, kalau yang sudah biasa malah menganggapnya sebagai tantangan untuk pembiasaan diri. Kalau yang menganggapnya horror, seperti yang gue bilang tadi lah. Cuma melihat semua tugas itu sebagai sisi buruknya aja.

      Suka

  3. HUAHAHAHAHA

    Serem bener dunia perkuluahan ini, 1680 tugas selama kuliah, serem bener, sampai begadang malem malem ngebelain tugas, mahasiswa yg kurang keuangan bakalan repot, sedikit tercengang gue baca ini.

    Tapi setidaknya kita dapat pengalaman berharga dari dunia perkuliahan

    Suka

    1. Sebenarnya sih setelah gue revisi lagi, 1680 tugas bukan jumlah keseluruhan dari semua tugas yang kita dapatkan kalau kuliah di Unimed. Dalam satu semester, tidak selalu ada 10 mata kuliah, dan menjelang semester akhir matkul pasti semakin sedikit.

      Suka

  4. Widih… baru tau nih Kurikulum KKNI. Kalau dibaca, banyak banget ya emang tugasnya. Tapi lu masih bisa nulis blog setelah satu semester, berarti lu masih waras, kalau masih waras berarti masih hidup, kalau masih hidup berarti bisa lanjut ke semester selanjutnya, kalau lanjut ke semester selanjutnya berarti tugasnya kelar semua dong.

    Eh tapi kalau print out semua tekor juga nih, aku sebagai salah satu anak kos yang duit bulanan aja pas-pasan, gak kebayang deh kalau tiap minggu mesti ngumpulin print out yang seberapa banyak, kasihan juga sama orangtua nanti nambah duit bulanan dong ._.

    Suka

    1. Makanya disarankan banget yang kuliah di Unimed ini sangat ahli mengatur keuangan, dan gue rasa bukan sebagai mahasiswa Unimed doang, semua mahasiswa seluruh universitas di Indonesia meesti pandai memanajemen keuangan.

      Suka

  5. Makin nambah aja kayaknya penderitaan anak kuliahan. Gue jadi takut buat kuliah nih hahaha. Bener sih kalo makin banyak tugas artinya makin banyak keluar biaya. Kenapa dosennya gak disuruh baca soft copynya aja deh. Hadeeeuuh

    Suka

    1. Tenang aja, belum semua kampus kok nerapin kurikulum KKNI ini. Mungkin aja kampus yang belum nerapin KKNI, bakalan secepatnya deh berpindah kurikulum. Kalau soal makin banyak keluar biaya sih iya. Tapi kan asal mahasiswanya sendiri mampu mengelola keuangan, itu lebih baik.

      Suka

  6. Wah keliatannya lu sibuk banget ya kuliahnya. Tapi percaya deh, nanti setelah lulus, lu bakal rindu masa-masa sekarang ini. Meskipun sibuk, tapi jelas arah dan tujuannya. Kalo nanti udah kerja, rasanya kayak mendayung perahu di tengah kabut, masa depan tuh rasanya blur gitu.

    Suka

  7. Setiap jurusan, setiap universitas memiliki caranya tersendiri untuk menghasilkan alumni yang hebat. Mungkin KKNI ini adalah cara Unimed untuk membuat kamu jadi hebat. Percayalah semua indah pada waktunya . Eaaa hehehe

    Untuk 1680 tugas, ngeri amat. Tapi kalau dijalani sebagaimana adanya, pasti berlalu kok. Dulu pas aku masih maba, gak kepikiran hampir setiap hari bikin laporan 6-10 halaman polio dengan nulis manual. Tapi sekarang pas udah lulus, rasanya agak ngangenin . ^^

    Suka

    1. Bener banget! Unimed gak mau lulusannya ‘sama’ seperti lulusan yang dihasilkan oleh universitas lain yang ‘standar’ dan ‘tidak mampu bersaing dengan kemampuannya yang standar’. Makanya dengan tugas bejibun begini, gue yakin semua mahasiswa Unimed dan mahasiswa lain yang kampusnya sudah menerapkan kurikulum KKNI, pasti sukses semua.

      Suka

  8. Setiap kurikulum pasti ada bedanya. Kadang aku suka berfikir, kok kenapa ya smpe diganti trus gtu.

    buset itu tugas banyak banget ya, tapi percayalah bos, satu demi satu pasti terselesaikan.. dan aku yakin kamu bisa. Semangat..

    Semoga bisa berbagi waktu antara nulis, mengerjakan tugas dan tentu menjaga kesehatan. Good Luck mas (y)

    Suka

  9. Setiap hari dapet tugas, belom lagi ditambah sama tugas report, mini reseach, project, dll. Wuidih, bener-bener nguras waktu dan pikiran kayaknya.. dan itu belom ditambah sama deadline yang gak manusiawi hehehe.

    Sebenernya gue kayak kurang setuju sama kurikulum kayak gini, terlalu memfokuskan ke IQ, takutnya EQ-nya poor. Karena waktu tersita buat ngerjain tugas, jadi ga bisa berorganisasi. Padahal soft skill itu penting banget loh…

    Tapi tiap kurikulum juga punya kelebihannya masing-masing sih, jadi semangat aja dah hahaha…

    Suka

    1. Walaupun tugas bejibun begitu, jadwal masuk kuliah kami agak diperlenggang, biar waktu luang buat ngerjain tugas bisa makin banyak. Tapi kalau deadline pengumpulan tugasnya gak manusiawi, ya naudzubillah lah ahahha.

      Suka

  10. Pas bagian itung-itungan tugas kepalaku langsung berasap. Apalagi kalian yang ngalami ni kurikulum hehehe

    Mudah-mudahan tetep semangat meskipun banyak tugas menanti, sayang kuliah mahal-mahal kalau gak di manfaatin dengan bener

    Suka

  11. Aku kira bakal bahas KKN yang artinya Kuliah Kerja Nyata wkwkw
    Gausah dipikir tau tugas sebanyak itu gaakan kerasa, ntar tau-tau udah mau lulus aja padahal berasa naru daftar kuliah kemaren sore wkwk curcol, btw

    Suka

    1. Kuliah Kerja Nyata? Baru denger tuh istilah seperti itu. Mungkin istilah KKNI udah banyak maknanya, tapi ini khusus yg membahas kurikulum. Ya, kalo gue sih sanggupin aja, selama gak terlalu numpuk kali tugas itu. Toh semua ini juga akan berlalu, kok.

      Suka

  12. Sebagai mahasiswa, kita emang harus siap dengan segala konsekuensinya, salah satunya dengan banyaknya tugas yang diberikan. Menurut gue, kurikulum KKNI yang dijelaskan di sini udah bagus dan bisa membuat mahasiswa berpikir kreatif, sehingga nantinya ide-ide tersebut bermanfaat ketika memasuki dunia nyata.

    Yang penting jalani aja, nanti pas lulus dan mendapatkan gelar sarjana akan rindu dengan masa-masa banyak tugas tersebut. Hehe. Semangat untuk kita semua!

    Suka

    1. Ya, bener banget! Tujuan utamanya cuma menciptakan mahasiswa yang kreatif dan pembiasaan diri ketika memasuki dunia kerja nantinya. Mungkin masa-masa ini akan gue rindukann ketika udah kerja nanti.

      Suka

  13. Buset dah.. Ternyata kehidupan kuliah beda jauh ya ama sama yang di FTV FTV gitu, kuliah kerjanya pacaraaaan mulu, gak pernah ngerjain tugas, gak pernah KKN, gak pernah belajar ehh tiba tiba wisuda seneng banget, setelah itu gak berapa lama langsung jadi karyawan tetap perusahaan, seminggu kemudian bisa beli mobil, kan kampret ajg 😦
    Oh ya, gue SMA kelas 3….

    Suka

    1. Kuliah di FTV mah kerjaannya cinta-cinta mulu, itupun kalau ada adegan belajarnya, palingan saling tatap-tatapan terus bubar kelasnya. Gak masuk akal banget. Makanya kebanyaka sinetron jaman sekarang ga ada yang mendidik. Tapi gue bersyukur setidaknya gak pernah kecanduan nonton begituan.

      Suka

  14. Gue juga dulu pas masa-masa kuliah tiap hari dapet tugas mulu.
    Tapi gue ga pernah ngitung udah berapa ratus ribu tugas yang udah gue buat wqwq.
    tapi kalo gue sendiri sih tip dapet tugaa pasti langsung gue uploud di salah satu blog.
    eh ga taunya blog itu sekarang jadi serign di kunjungi adik adik junior kuliahku
    senang rasanya ternyata tugas banyak dapat memberi manfaat 🙂

    Jadi kesimpulanya, ayo kita meminta tugas lagi kepada dosen sebanyak-banyaknyaaa !

    Suka

  15. horas bah! gila ngeri amat sih itu angka tugasnya, gue yang baru liat5 aja udah mabok apa lagi elu yang terjun langsung. gue baru tau, jurusan buat bahasa inggris itu keras juga ya. Semangat bro, kurikulu KKNI emang sadis, tapi pasti akan berakhir manis. semoga..

    Suka

  16. waaaah…gue bisa merasakan letupan semangat lo saat baca postingan ini..kayak walo lo punya tugas yang naudzubillah banyak tapi lo masih begitu semangat ya…coba nanti lo udah di semester akhir. heheehe…tapi, emang awal kuliah tu ibarat bunga lagi mekar mekarnya, semoga bunga lo mekar terus sepanjang masa…tapi emang keren sih ya kalo tiap mahasiswa bisa menghasilkan 1 ide fresh pengajaran aja tiap semesternya. Bisa jadi tabungan ide untuk pendidikan yang lebih baik nantinya. 😀

    Suka

    1. Yap mesti semangat dong kuliah ini, soalnya gak sembarangan orang yang bisa kuliah dijaman sekarang ini. Kalau disodorin tugas bejibun seperti itu, ya dijalani dengan semangat juga.Semoga gue juga bisa semangat sepanjang tahun, biar lulus cumlaude wkwk. Mungkin tahun-tahun awal penerapan KKNI ini aja yang banyak membuat mahasiswa mengeluh. Gue harap, beberapa tahun kedepan, bisa lebih baik lagi.

      Suka

  17. 1000+ tugas yang harus lu selesaikan? Itu udah gue jalani, sih. Sebenarnya itu baru yang kelihatan. Nanti yang belum kelihatan akan masih banyak lagi.

    Kalo misalnya ditumpuk dalam kamar gue dulu, mungkin setengah kamar isinya tumpukan tugas. 😀

    Mumpung masih mahasiswa baru, jadi harus semangat menjalani program KKNI ini, nggak usah takut di awal. Optimis dan rajin terus.

    Nanti akan lebih parah dari 1000+ tugas itu dari yang namanya Skripsi. XD

    Suka

    1. Ya enak dong lu udah jadi alumni, rasanya udah lewatin itu semua. Tapi gue patut waspada juga, karena lo bilang itu baru yang keliatan doang. Gak kebayang nantinya kalau tugas yg akan datang gimana lagi.

      Suka

  18. Tugasnya sungguh membahana haha

    Kalau bisa cepet ngerjainnya sih malah bisa nambah uang jajan. Jadi nanti tugasnya temen kita kerjain dan ditarik beberapa lembar rupiah kan lumayan tuh, kesempatan tak terduga kan haha (itu sih kalau aku kalau tugasnya bisa terselesaikan dengan cepat) ya semoga saja bisa menular hehe

    Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s