Kembali berjumpa lagi dengan gue, Alden Peter, seorang penulis kelas amatir yang kehadirannya tentu tidak ditunggu-tunggu oleh para pembaca karena kerap kali menulis artikel-artikel yang tidak bermanfaat. Membutuhkan sekitar 18 hari lamanya sejak start awal bulan Maret dimulai, untuk nulis lagi. Dan eh gak terasa, sekarang udah mau akhir bulan aja.

Yaudah masa bodo ah.

Selain menulis, gue juga lagi terobsesi banget dengan yang namanya dunia hacking-cracking, karena serial televisi buatan USA Network yang berjudul Mr Robot, yang diperankan oleh Rami Malek sebagai Elliot Alderson dan Christian Slater sebagai sosok Mr Robot. Kenapa serial televisi ini sangat digemari? Karena film ini memang menawarkan aksi hacking luar biasa yang diperankan oleh mereka berdua dalam menjatuhkan korporat iblis terbesar di dunia saat itu yang bernama E CORP.

Dan gue sarankan ketika membaca postingan ini via desktop, biar nyaman, kayak hubungan kita.

Tapi sekarang ini gue tidak akan bercerita soal Mr Robot, walau topik yang akan gue bahas kali ini tidak akan jauh-jauh dari yang namanya hacking. Bagi kalian yang udah tau serial Mr Robot itu apa, mungkin udah bisa memahami artikel yang akan gue tuliskan ini.

Mengapa ada kegiatan ‘hacking’ di dunia ini?

Hacking itu ada karena celah sistem yang bisa diterobos. Celah itu bisa berupa bug pada sebuah aplikasi, situs web, hingga sistem keamanan sebuah perusahaan yang bisa dimanfaatkan oleh para hacker untuk mencuri data-data penting. Data-data itu biasanya disimpan didalam disk drive, flashdisk, atau server virtual tempat penyimpanan data, yang dikunci oleh kombinasi password ataupun dienkripsi tingkat tinggi untuk menjamin keamanan datanya.

Malah bukan cuma data doang, kita yang sekarang ini adalah ABG kekinian, jujur aja suka banget pakai aplikasi AppLocker, untuk mencegah teman kita yang suka iseng-iseng ngintip galeri ponsel kita. Umumnya, semua pengguna Android atau iPhone pasti menggunakan kata sandi untuk mulai menggunakan ponselnya, bukan begitu?

Hingga orang-orang terlalu berfikir untuk melindungi perangkat keras penyimpanan data mereka dengan keamanan selapis baja, agar data-data didalamnya tetap aman.

Contohnya, partisi flashdisk dikunci dengan password berlapis kombinasi antara huruf kapital, simbol dan angka-angka agar orang lain susah menebaknya. Server penyimpanan data online pun dilindungi oleh 2-step authentication yang sebenarnya cukup ribet dalam pengaturannya, lalu ada pengamanan berlapis, dan berbagai metode pengamanan lainnya.

Tapi pernahkah kalian berfikir bahwa para hacker juga bisa meretas data-data informasimu, hanya dengan mengontrol printermu?

Ini bisa lebih berbahaya jika yang diretas adalah printer yang digunakan untuk kepentingan bisnis di sebuah perusahaan, yang jika diretas oleh hacker, maka dia bisa mencuri semua data-data penting perusahaan itu, data-data finansial para pelanggan, dan data penting lainnya.

Bagaimana itu semua bisa terjadi?

(source image : google)

Kembali lagi kepada sosok Christian Slater, sang pemeran Mr Robot, kini hadir sebagai karakter utama dalam film pendek karya HP Studios yang berjudul ‘WOLF’. Film pendek ini bercerita tentang proses peretasan yang dilakukan oleh Christian terhadap semua data-data disebuah perusahaan, hanya dengan ponsel dan PC miliknya. Logikanya, jika seseorang ingin masuk kedalam sebuah sistem, minimalnya dia harus memiliki identitas tiruan sebagai karyawan kantor itu, atau memiliki router wifi yang bertujuan untuk membuat jaringan tiruan.

Tapi Christian samasekali tidak melakukan keduanya.

Lalu bagaimana?

Dia meretas semua data penting perusahaan itu hanya dengan, meretas printernya.

Bagaimana bisa dia melakukannya?

Mungkin kamu harus nonton dulu video dibawah ini.

(source HP Studios/ aktifkan sub-englishnya biar ngerti)

Biar gue terjemahin subtitlenya, biar kalian ngerti. Ceritanya, ada sekitar ratusan juta banyaknya printer bisnis yang ada di dunia ini. Bukan sejenis printer biasa seperti printer rumahan, tetapi printer khusus yang digunakan untuk mencetak banyak print jobs, dan biasanya dilengkapi fitur Wi-Fi serta terkoneksi dengan semua PC dan Laptop di dalam sebuah lingkupan jaringan. Tapi sayangnya HANYA 2% dari ratusan juta printer tersebut yang digolongkan AMAN dari peretasan.

(dari ratusan juta printer bisnis, cuma ada 2% diantaranya yang aman, source HP Studios)

Jadi bagi 98% dari ratusan juga printer tersebut yang tidak aman itu, mungkin hanya bisa berharap para hacker tidak tertarik untuk meretasnya, dan mencuri semua data-data pentingnya. Christian mengibaratkan mereka yang 98% itu seperti domba, yang dijadikan santapan empuk oleh para serigala-serigala lapar yang siap menerkam mereka. Hacker tidak pandang bulu dalam meretas para calon korbannya, dan itu mesti sangat kita waspadai.

Pada video part 1, Christian menggunakan ponsel genggamnya untuk meretas OS printer yang sedang digunakan oleh salah satu karyawan. Christian sudah tahu bahwa tidak ada satupun printer di dalam perusahaan tu yang dilengkapi fitur perlindungan terhadap malware. Printer bukan sekadar mencetak berkas, tetapi turut juga melindungi berkas yang dihasilkannya agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan malangnya, semua printer di perusahaan itu tidak memiliki keamanan anti-malware untuk melindungi berkasnya.

Setelah malware yang disisipkan Christian kedalam OS printer tersebut bekerja, akan ada semacam tampilan animasi yang sangat mengganggu salah seorang karyawan itu, dan perasaan panik mulai muncul diantara mereka. Sementara seisi ruangan dibuat panik, Christian dengan mudahnya menerobos sistem print jobs, semacam daftar berkas yang akan dicetak, dan sialnya dia berhasil mendapatkan semua data-data penting yang siap untuk dicetak.

Lihat? Betapa mudahnya Christian mengubrak-abrik sistem OS printer yang tidak dilengkapi fitur keamanan itu. Hanya saja Christian masih berbaik hati karena dia cuma mencuri data seorang karyawan yang kebetulan sedang berulang tahun pada hari itu. Maka dari itu, bisa kita simpulkan bahwa tidak ada sistem yang aman di dunia ini!

(source HP Studios/)

Janice, salah seorang karyawan perusahaan itu sedang berulang tahun pada hari itu,dan semua teman-temannya turut berbahagia merayakannya. Christian juga tahu tanggal ulang tahun Janice, tetapi dia tidak senang. Karena Janice terlalu bahagia hingga dia tidak menyadari sesuatu. Christian kemudian datang ke tempat ruang kerjanya dan mengirimkan pesan email ke alamat email milik Janice.

Tunggu? Darimana Christian tahu alamat email milik Janice? Oh, udah pasti dia tahu karena data-data pribadi Janice sudah ada ditangannya. Yang dikirim oleh Christian kepada Janice berupa seritifikat pemberian dari layanan spa favorit wanita itu. Sertifikat itu bisa saja berupa diskon layanan spa, atau sesuatu yang akan terlihat membanggakan apabila sertifikat itu…….

dicetak….

Dan Janice yang sudah terlalu bahagia akhirnya mencetak sertifikat itu begitu saja melalui printer kantornya, tanpa memperdulikan keaslian dan identitas pengirimnya. Christian tentunya senang sekali karena tipu muslihatnya berhasil. Tanpa sepengetahuan Janice, Christian sudah menyisipkan backdoor berupa malware bersamaan dengan lampiran berkas itu, yang memungkinkan dirinya mengontrol semua kegiatan file transfer antara komputer di perusahaan tersebut.

Bagaimana bisa?

Printer yang digunakan oleh Janice tidak dilengkapi fitur pendeteksian otomatis terhadap ancaman malware,sehingga malware yang disisipkan oleh Christian dengan bebasnya melewati pemeriksaan keamanan server, dan bisa menembus semua firewall sistem untuk mencuri semua data yang tidak dienkripsi dan mengirimkannya untuk dirinya sendiri.

Karena semua printer didalam gedung itu tidak dilengkapi fitur monitor otomatis, Christian bisa dengan leluasa memantau semua kegiatan printing yang dilakukan oleh semua karyawan, termasuk meretas file-file tersembunyi yang juga ada didalam server pusat perusahaan. Semuanya itu terlihat mudah sekali bagi Christian, karena baginya, tidak ada sistem yang aman didunia ini!

(source HP Studios)

Pada bagian tiga, ingat bagian ketika Christian bisa meretas semua data-data perusahaan itu? Tentu saja itu termasuk dengan data-data para klien perusahaan itu juga. Pada malam hari, semua karyawan perusahaan itu sudah pulang kerumahnya masing-masing untuk beristirahat, karena besok adalah hari penting bagi mereka semua. Akan ada kegiatan persentasi dihadapan klien penting mereka, dan tentunya mereka sudah atau sedang mempersiapkan data yang diperlukan.

Tapi bagaimana kalau Christian juga meretas data kliennya juga? Itu sangat berbahaya, karena apapun ceritanya, peran klien sangat penting dalam kelangsungan sebuah perusahaan. Christian tidak hanya memegang informasi penting perusahaan, tetapi juga mengontrol data-data sensitif milik klien, dan bisa saja menyalahgunakannya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Disini bukan hanya keamanan printer yang diutamakan, karena peran sebuah PC juga sangat penting untuk melindungi data-data yang ada didalamnya. Dan parahnya, para karyawan kantor itu masih saja menggunakan PC dengan BIOS system defense yang sangat rendah, sehingga Christian dengan mudahnya memasukkan malware miliknya untuk meretas semua PC milik mereka. Bahkan PC yang mereka gunakan sekalipun yang diklaim sudah aman, ternyata tidak ada sistem yang aman didunia ini!

(source HP Studios)

Satu fitur lagi yang tidak boleh lepas dari sebuah printer bisnis adalah fitur User Authentication yang membatasi pengguna ketika hendak menggunakan printer tersebut untuk mencetak sebuah berkas. Kalau printer itu tidak diamankan dengan username atau password, maka siapa saja bisa mencetak berkas semaunya dan mencuri data berupa salinan kertasnya. Sebuah printer bisnis wajib mempunyai user authentication. Ada berapa perkiraan jumlah  karyawan dalam sebuah perusahaan? Ada ribuan, bahkan mungkin bisa lebih.

Ibaratkan permasalahan itu seperti ini.

Bayangkan jika data-data penting milik klienmu bisa diakses oleh ribuan orang yang berada di jaringan yang sama dengan PC dan printermu, sementara sebelumnya klienmu itu  berpesan agar jangan menyebarkan data miliknya itu kepada publik. Apalagi jikalau sudah bocor nantinya, bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang bisa merugikan klienmu. Itulah pentingnya fitur user-authentication pada sebuah printer.

Hanya dengan meretas printer perusahaan itu, Christian sudah berhasil melakukan 3 hal ini kepada mereka.

-Christian berhasil mengambil alih kontrol printer mereka, memungkinkannya untuk masuk kedalam sistem jaringan hanya dengan meretas printer.

-Christian berhasil mengambil alih kontrol jaringan perusahaan mereka, yang memungkinkan dia bisa memantau semua aktifitas jaringan print jobs mereka.

-Christian berhasil mengambil alih kontrol terhadap semua data-data penting perusahaan itu, dan juga data-data sensitif semua klien mereka. Data-data yang berusaha dilindungi oleh mereka, akhirnya raib hanya karena printer yang digunakan tidak aman.

Betapa pentingnya tingkat keamanan sebuah printer atau PC untuk menangkal malware yang ada dimana-mana sekarang ini. Malware itu sangat kejam, tidak pandang bulu, dan antivirus pun belum ada yang bisa menjamin bisa membasmi malware atau virus secara total. Karena kita sama-sama tahu, bahwa tidak ada sistem yang aman didunia ini. Kita tidak boleh terlalu fokus untuk melindungi drive penyimpanan data kita, karena semua perangkat elektronik yang memiliki OS, seperti printer, Smart TV, PDA, Gadget, dapat diretas oleh hacker.

Printer sejatinya bukan hanya untuk mencetak berkas. Jika yang dimaksudkan adalah printer rumahan yang digunakan pribadi, mungkin tidak terlalu bermasalah. Di sisi lain, printer bisnis yang sejatinya digunakan bersamaan oleh semua karyawan kantor, sangat rentan mengalami peretasan. Karena jika seseorang saja berhasil masuk kedalam server suatu komputer, entah dengan trik tertentu, dia bisa saja beraksi dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Christian tadi.

“Hacking is a serious and growing problem for businesses and consumers. When HP asked me to partner on this series, I thought it was a great opportunity to help educate the public about how to better protect against cyber attacks,”

Christian Slater

Christian berpesan, bahwa permasalahan peretasan adalah masalah serius terhadap bisnis dan para pelanggan. Ketika dia ditawari untuk menjadi partner dalam pembuatan film pendek ini, Christian berfikir bahwa ini adalah kesempatan yang bagus untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya melindungi data-data mereka dari serangan malware dan infeksi virus.

Jangan lupa nonton video lengkapnya disini

Menurut fakta yang diberikan oleh HP, ada peningkatan serangan peretasan sebesar 232% yang ditargetkan kepada seluruh notebook dan PC diseluruh dunia. Wah, 232%? Luar biasa. Mungkin salah satu PC yang kita gunakan sekarang ini termasuk dalam daftar PC yang rawan diretas itu. Karena tanpa kita sadari, ketika kita sedang asyik browsingan di internet, ada virus yang mulai menyusup kedalam sistem kita.

Caranya bervariasi, mulai dari ketika kita mengunduh musik, tetapi malah dialihkan di halaman yang lain, dan kita mengklik salah satu link disana yang terlihat seperti tombol ‘download’, yang terjadi malah file malware/virus bisa saja menjangkiti komputer/smartphone kita. Akibatnya, kinerja PC atau gadget menjadi lambat. Mungkin kamu berpikir itu biasa saja, dan tidak ada efeknya. Tetapi disaat itu mungkin salah satu hacker sedang mencuri semua data-data penting milikmu.

Lalu bagaimana solusinya?


(source : official HP Printers website)

Kini saatnya beralih ke HP, satu-satunya vendor yang berani mengklaim printer produksi mereka sebagai ‘the most secure printing’, atau bisa diartikan sebagai satu-satunya printer yang paling aman dengan menggabungkan kombinasi antara fitur keamanan yang mampu mendeteksi dan menghentikan secara otomatis serangan ancaman terhadap malware. See more at this link

HP Print Security bukan hanya melindungi data-data kita, tetapi juga menjaga lalu lintas jaringan data kita tetap aman dari ancaman virus atau malware dengan fitur real-time protection, pendeteksian otomatis, dan yang paling penting validasi software yang sudah teruji dan tidak ditawarkan oleh vendor manapun.

HP terbukti sebagai printer dan PC yang paling aman, jika dilihat dari perbandingan yang bisa dilihat disini. HP tentunya sangat mengutamakan keamanan data pelanggannya, dan berusaha semaksimal mungkin untuk terus meningkatkan keamanannya. Jika sudah merasa yakin dengan fitur keamanan yang ditawarkan oleh HP, pilih produk HP kesukaanmu dibawah ini.

Jadi, apa data-data milikmu sudah aman? Jika belum, pilih HP sebagai partner setia untuk mengamankan data-datamu. Mungkin kalau kamu adalah seorang businessman, atau ingin merekomendasikan produk HP kepada saudaramu, itu langkah yang tepat untuk mengamankan data-datanya dari serangan para hacker.


Bagaimana, teman-teman? Terpukau dengan teknologi keamanan yang ditawarkan oleh HP? Gue juga terkesan. Karena gue sendiri pun mempunyai Printer HP Deskjet 1515 di rumah gue, sebagai fasilitas utama yang sangat membantu gue dalam mengerjakan tugas. Dan juga gue menggunakan HP sebagai notebook andalan gue, walaupun sudah tergolong lama, yakni seri HP 430 Notebook PC. Tapi performanya masih bagus, karena gue rutin mengunduh pembaruan terbarunya melalui Windows Update, untuk memperketat sistem keamanan PC gue. Dan rasanya, HP memang dirancang untuk kenyamanan dan keamanan bagi setiap penggunanya.

Tulis dong pengalaman kalian menggunakan produk HP dikolom komentar dibawah ini. Mungkin lain kali gue bakal bahas tentang Mr Robot dalam postingan selanjutnya. Tungguin season 3 nya hadir di Oktober 2017 nanti!.

Alden Peter

 

Iklan

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s