Para ahli astronomi mengklaim bahwa umat manusia masih mengetahui kurang dari 0,01% pengetahuan akan keseluruhan alam semesta ini. Sadarilah pemahaman yang kita pelajari sejak kecil, seperti bumi itu bulat, bahwa ada sembilan planet dalam tata surya kita, bahkan ketika kita mampu menyebutkan satu-persatu nama-nama rasi bintang dan satelit yang mengitari setiap planet, ternyata itu tidak ada apa-apanya dari keseluruhan pengetahuan akan alam semesta ini.

Pengetahuan dan logika manusia tidak akan mampu untuk memahami tata surya ini dengan sempurna, karena pengetahuan kita masih sangat terbatas. Dan tentunya selama ini kita mengetahui bahwa Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia saat ini, yang ketinggiannya mencapai 8.848 meter jika dihitung dari permukaan laut. Gunung Everest adalah gunung tertinggi didunia, dan diperkirakan ketinggiannya masih akan terus bertambah karena pergerakan lempeng tektonik wilayah itu.

 

The surface of Olympus Mons (source NASA Gov)

Tapi nyatanya ketinggian Mount Everest tidak sebanding dengan ketinggian Olympus Mons yang berada di planet Mars serta memiliki ketinggian 14 mil atau sekitar 22.530 meter. Selisih ketinggian mereka 13682 meter banyaknya!

Luar biasa. Saking tingginya gunung itu, disebut-sebut jika seorang pendaki berdiri di bawah kaki gunung Olympus Mons, maka pendaki itu tidak akan mampu melihat puncak gunung Olympus. Sehingga bisa disimpulkan kalau Olympus Mons adalah gunung tertinggi dalam alam semesta kita. Tapi temuan manusia masih dalam cakupan area galaksi Bima Sakti, yang berarti masih banyak lagi gunung-gunung dengan ketinggian superior di luar galaksi kita yang belum kita ketahui.

Kembali lagi ke topik Olympus Mons yang sedang kita bicarakan. Karena ketinggiannya yang sangat fantastis itu, maka Olympus Mons oleh manusia sering dijadikan simbol kehebatan atau pencapaian yang prestisius. Tak heran jika Olympus Mons sering dijadikan kata kiasan untuk menggambarkan prestasi yang luar biasa, dan bisa kita jumpai di adegan-adegan tertentu dalam sebuah film atau serial televisi.

source: Dok. Penulis | Who Am I (2014)

Salah satunya adalah di dalam film Who Am I : No System is Safe, sebuah film bergenre Crime, Drama dan Sci-Fi yang berasal dari Jerman ini juga mengadopsi istilah “Gunung Olympus” dalam salah satu scene nya.  Adalah ketika Benjamin dan rekan-rekannya yang tergabung dalam grup hacker CLAY, akhirnya berhasil meretas sistem keamanan BND, lembaga Dinas Rahasia Jerman yang saat itu memiliki keamanan tingkat tinggi hingga mustahil untuk diretas.

Tapi nyatanya Benjamin mampu meretas print-jobs mereka sekaligus membuktikan bahwa CLAY adalah grup hacker yang pantas untuk ditakuti. Karena menurut mereka, tidak ada sistem yang aman di dunia ini, sesuai dengan jargon yang dibanggakan oleh film ini. Sebagai perayaan atas keberhasilan mereka, CLAY kemudian berpesta dengan bahagia, dan ketika adegan inilah kata-kata itu diucapkan.

source: Dok. Penulis | Who Am I (2014)

Superioritas Olympus Mons dijadikan tumpuan bagi Benjamin dkk sebagai acuan keberhasilan mereka. Kesuksesan mereka meretas sistem Dinas Rahasia Jerman atau BND yang sebelumnya dianggap mustahil oleh kebanyakan hacker dalam film ini, tapi nyatanya mampu dilaksanakan, dan bagi mereka sensasinya sama seperti mencapai puncak Olympus, puncak gunung tertinggi di Dunia.

source: Dok. Penulis | Who Am I (2014)

Bukan berhenti sampai disitu, Benjamin dkk ternyata sungguh-sungguh menganggap kalau pencapaian yang mereka raih benar-benar hebat dan menakjubkan hingga Benjamin mampu berkata

Kami berhasil mencapai puncak Olympus. Kami tak hanya mendakinya, kami juga menancapkan bendera di puncaknya — Benjamin Engel

Itu adalah salah satu contoh film yang saya ambil yang menggunakan istilah Olympus Mons dalam filmnya. Pada prinsipnya, konsep pengambilan perumpamaan ini sesungguhnya tidak jauh beda dengan pengandaian yang sering kita gunakan.

Seperti penggunaan istilah “lamban seperti siput” yang ditujukan untuk seseorang yang lambat dalam mobilitasnya. Dan perumpamaan seperti itu sangat sering digunakan dalam kata-kata motivasi yang familiar bagi kita, seperti “Raihlah mimpimu setinggi langit” atau “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China”. Itu artinya penggambaran situasi terhadap sebuah perumpamaan memang sudah sering digunakan.

Saya juga menemukan penggunaan istilah Olympus Mons dalam adegan serial televisi. Kali ini temanya masih mengangkat genre hacking, dan juga saya akui kalau serial televisi kali ini memang sungguh luar biasa. Judulnya adalah Mr Robot, serial televisi yang berasal dari Amerika, yang sejak pemutarannya di tahun 2015 sudah menyabet empat belas penghargaan selama kurun 2 tahun. Dari keempat belas penghargaan itu, tentunya yang paling bergengsi adalah mampu meraih Penghargaan Golden Globe untuk Drama Serial Televisi Terbaik pada Tahun 2015.

Sejujurnya saya sangat mengagumi serial televisi ini dari berbagai aspek seperti alur cerita, pemilihan tokoh, seni sinematografi yang luar biasa, dan pengangkatan cerita.

Mr Robot bercerita tentang perlawanan sengit yang dilakukan oleh sebuah grup hacker bernama fsociety kepada E Corp, sebuah korporasi jahat yang menguasai hampir seluruh lini perekonomian paling mendasar sampai paling umum, hingga tingkat atas. Saking jahatnya E Corp ini, masyarakat Amerika menyebutnya Evil Corporation, atau Korporasi Setan.

Tidak hanya menceritakan perjuangan fsociety melawan Evil Corp, yang membuat cerita ini menarik ialah Elliot Alderson, pemimpin fsociety yang mengidap gangguan jiwa akut, hingga dirinya dihantui oleh sosok ayahnya yang sudah meninggal dalam wujud yang paling nyata. Selama 2 season mengudara, saya sendiri masih menantikan ‘eksekusi’ yang akan dilancarkan oleh fsociety bersama dengan Dark Army untuk menghancurkan Evil Corp, yang kabarnya akan hadir dalam season ketiga.

source: Dok. Penulis | Mr. Robot season II

Dan kalimat yang saya tunggu-tunggu akhirnya terucap juga dari mulut Tyrell Wellick, penggagas serangan Stage II dalam misi menghancurkan E Corp, ketika ia sedang berbicara dengan Elliot dalam episode 12 season II . Tyrell Wellick menyebut bangunan sederhana pemberian dari Dark Army yang sekarang ia tempati adalah Gunung Olympus.

Memang rupanya adalah sebuah ruko sederhana, namun dari bangunan itulah nantinya mereka akan melancarkan malware mereka yang akan bereaksi mengeluarkan ledakan hebat, cukup dahsyat untuk meratakan gedung E Corp beserta semua data-data cadangan mereka yang tepat dibangun tepat didepan gedung mereka. Ledakan besar di gedung E-Corp yang akan membunuh semua orang-orang didalamnya beserta data-data finansial yang akan hancur lebur.

source: Dok. Penulis | Mr. Robot season II

Bangunan sederhana itu setara dengan superioritas yang dimiliki oleh Gunung Olympus. Sejarah baru akan dituliskan. Revolusi terbesar yang pernah ada. Perlawanan masyarakat kecil yang diwakili oleh fsociety melawan sekumpulan konglomerat kaya nan jahat bernama E Corp, yang sederhananya diibaratkan seperti kemenangan semut melawan gajah. Itulah prestasi yang akan dicapai oleh fsociety dan Dark Army, yang segalanya akan dimulai di gedung sederhana itu.

source: Dok. Penulis | Mr. Robot season II

Mereka sudah siap. Tunggu eksekusinya di Mr Robot season 3 Oktober 2017


Dari pengumpamaan Olympus Mons dalam kedua cuplikan film itu tentunya sangat menggambarkan kebanggaan akan Gunung Olympus yang dijadikan tumpuan atau target tertinggi dalam sebuah proses pencapaian atau usaha.

Dalam film Who Am I, Benjamin berhasil “membawa CLAY ke puncak Olympus” berkat kegigihan dan kecerdikan mereka dalam meretas Dinas Rahasia Jerman itu dengan penuh perjuangan, dan selayaknya patut diacungi jempol. Mereka berhasil membawa CLAY muncul ke permukaan, mulai dikenal, dan digemari oleh anak-anak muda dalam film itu karena aksi-aksi mereka yang keren dan luar biasa.

Sedangkan dalam serial televisi Mr Robot, Elliot Alderson dan fsociety tinggal selangkah lagi mampu membawa masyarakat Amerika ke puncak Olympus, yang berarti terbebas akan semua hutang-hutang berat yang dibebankan oleh E Corp, dan akan tercipta kebebasan bagi warga Amerika untuk hidup tanpa tekanan lagi. Kebebasan kehidupan akan diraih oleh Amerika, tanpa cengkraman E Corp lagi.

Meskipun perjuangan Elliot masih akan berlanjut hingga ke Season III yang akan mulai mengudara di Amerika bulan Oktober 2017 nanti, Mr Robot sangat patut untuk ditunggu kehadirannya, dan kita bisa menyaksikan bersama-sama bagaimana cara Elliot dan fsociety menjalankan tugas mulianya.

Sesudah saya menjelaskan analogi pengumpamaan Gunung Olympus dengan kedua buah cuplikan film itu, akhirnya pertanyaan yang selama ini kita tunggu-tunggu akhirnya muncul dan akan segera terjawab.

Bagaimana jika konsep “membawa kejayaan Gunung Olympus” ini dapat dikaitkan dalam pembangunan dan perkembangan negara Indonesia tercinta kita ini? Maksud saya, pembangunan dalam semua sektor dan sendi kehidupan masyarakat Indonesia, seperti politik, pendidikan, keadilan sosial, dan lain-lain. Bisakah kita sebagai warga negara Indonesia, tanpa pandang suku ras dan agama, saling bersatu padu “untuk membawa Indonesia ke Puncak Olympus?”

Tentunya cerita ini akan sangat seru untuk dibahas, mengingat kondisi negara kita saat ini yang sedang dalam periode terburuknya dalam mengatasi kekacauan yang diakibatkan oleh diskriminasi RAS, korupsi massal yang dilakukan oleh para pejabat kita, terancamnya generasi-generasi muda Indonesia yang sangat rentan akan narkoba, pergaulan bebas, seks bebas, tawuran maut, dan kenakalan remaja lainnya. Bagaimana bisa kita menghilangkan mengurangi masalah-masalah itu?

Bila kamu memiliki pemikiran yang sama dengan saya tentang cara kita memandang permasalahan yang sedang menimpa Indonesia, selamat, kamu sedang membaca artikel yang tepat. Disini saya, seorang remaja berusaha 19 tahun yang bermimpi untuk mengubah dunia dengan ide dan gagasan, akan berusaha untuk mewujudkannya. Tapi semuanya itu tidak bisa saya lakukan sendirian, tanpa bantuan teman-teman sekalian untuk menghasilkan ide-ide segar untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, serta memiliki mimpi yang tinggi untuk

“Membawa Indonesia meraih puncak kejayaannya”


Tulisan ini akan terus berlanjut hingga sequel selanjutnya, karena pada postingan ini saya hanya ingin menggambarkan konsep sebenarnya dari “Membawa Indonesia ke Puncak Olympus” yang mungkin sulit dipahami oleh sebagian orang. Saya juga sudah memperjelasnya dengan memberikan dua buah pengumpamaan tentang “Gunung Olympus” dari dua cuplikan film yang cukup populer, untuk menguatkan pemahaman kita terhadap judul yang saat ini sedang saya usung.

Penasaran? Tunggu tulisan saya selanjutnya, dan jangan pernah lupa kalau Mr Robot akan hadir bulan October 2017 nanti. Catat di kalender ya!

Sekian tulisan pengantar dari saya. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Alden Peter

Iklan

7 pemikiran pada “Membawa Indonesia Ke Puncak Olympus

  1. Waw luar biasa. Sebelumnya saya malah belum tau apa itu gunung olympus, thanks informasinya.

    Dan terkait membawa indonesia ke puncak olympus, saya yakin kita bisa. Saya memang sudah kehilangan banyak harapan dari generasi-generasi tua, tapi saya yakin kalo generasi muda tetap memegang teguh prinsip untuk membuat negara kita lebih baik dan menghindari pemikiran bahwa bekerja hanya untuk memperkaya diri sendiri saja, maka saya percaya indonesia akan berada di puncak olympus. 🙂

    Suka

  2. HAI ALDEN!

    Waah, ilmu baru nih..ternyata ada gunung yang jauh lebih tinggi dari gunung Everest ya… Gunung Olympus. Tapi dulu yang ngasih nama gunung siapakah? Pak Olympuskah? Dan karena terkenal juga dia sampai dijadikan sebagai peribahasa untuk pencapaian yang luar baisa ya.

    Oke, I’ll get the Olympus peak, too. Dan keren banget ini artikel sampai mengupas beberapa film yang di beberapa bagian adegannya mengikutsertakan si gunung. 😀

    Suka

  3. Banyak film yg direview di sini tp aku belum pernah nonton. Jadi sedikit banyak masih ngga ngerti bagian scene2 yg dibahas. Tp benang merah ttg olympus dan kejayaan Indonesia ini bikin aku penasaran bngt. Gimana jadinya?

    Suka

  4. Seru tulisannya, mengaitkan film dengan tema yg diangjat memang sangat saya sukai. Sejauh ini, saya udah nonton Who Am I dan Mr Robot, tapi ngga ngeh dimana mereka berdialog seperti itu. Mungkin saya akan nonton ulang~

    Suka

  5. hai Alden, ini kunjungan perdana saya. Salam kenal. Ah iya untuk artikelmu di atas saya salut. Banyak informasi baru yangg didapat. Oh ya, tata surya kita sekarang ini ada berapa planet sih? Seinat saya pluto keluar dari daftar planet yak.

    Ternyata artikelmu mengenai scifi ya. Di Indonesia sepertinya belum ada ya film semacam ini. Kalau novel ada gak ya? Belum ada juga setauku. Fantasi mungkin banyak. Dana saya belum menonton satupun judul film yang kamu sebut di atas Maklum pecinta kdrama. Hahaha.

    Indonesia pada puncak kejayaannya? Ini peer besar. Semoga kita bisa. Semangat yak

    Suka

Tulis Komentar Anda. Pakai Facebook atau Twitter disarankan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s